ANAMBAS — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kepulauan Anambas memulai rangkaian pembinaan dengan menyambangi tiga desa sekaligus, Senin (11/5/2026). Desa Piabung, Desa Piasan, dan Desa Belibak menjadi lokasi pertama yang ditinjau untuk melihat langsung proses produksi hasil laut olahan.
Rombongan yang dipimpin Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny. Sinta Aneng, didampingi Ny. Uray Dhien Sahtiar dan Ny. Imelda Japrizal — selaku Ketua DWP Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian — memulai agenda di Desa Piabung. Mereka menyusuri Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKM) serta fasilitas produksi milik warga.
Di lokasi, para pelaku usaha memperlihatkan hasil produksi yang selama ini menjadi andalan. Cumi beku, teripang kering, dan aneka olahan hasil laut lainnya diproduksi secara rumahan namun sudah memanfaatkan fasilitas SIKM yang dibangun pemda.
Ketua Dekranasda Anambas, Ny. Sinta Aneng, mengatakan bahwa keberadaan sentra industri ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat setempat.
"Saya berharap fasilitas yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Guna mendukung peningkatan produksi dan pengembangan usaha," ujarnya saat meninjau lokasi produksi di Desa Piabung.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Dekranasda Anambas memastikan akan ada pendampingan teknis bagi para pengrajin dan pengolah hasil laut, terutama dalam hal pengemasan dan standar mutu produk. Langkah ini diambil agar produk lokal Anambas bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain di Desa Piabung, rombongan juga menyambangi Desa Piasan dan Desa Belibak untuk menyerap aspirasi langsung dari pelaku UMKM dan IKM di dua desa tersebut. Ketiga desa ini dikenal sebagai sentra produksi perikanan tangkap dan olahan di Kepulauan Anambas.
Pemerintah daerah melalui Dekranasda menempatkan sektor UMKM dan IKM sebagai prioritas pengembangan ekonomi lokal. Dengan potensi laut yang melimpah, produk olahan seperti cumi beku dan teripang kering dinilai memiliki nilai tambah yang signifikan jika dikelola dengan manajemen usaha yang baik.
Ke depan, pembinaan serupa akan terus digelar secara bergilir ke desa-desa lain di Kepulauan Anambas. Targetnya, setiap sentra produksi memiliki standar operasional yang jelas dan mampu menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak.