KEPULAUAN RIAU — Penampilan Hamilton di Kanada menjadi topik hangat dalam episode terbaru The Chequered Flag podcast BBC. Mantan mekanik McLaren Marc Priestley dan jurnalis F1 Rebecca Clancy membedah bagaimana sang pembalap tujuh kali juara dunia mulai menemukan ritme dengan mobil Ferrari.
Hamilton menunjukkan kecepatan kompetitif sepanjang akhir pekan di Quebec. Ia mampu melewati beberapa rival di lintasan basah-kering yang terkenal menantang.
"Ini bukan sekadar hasil akhir, tapi bagaimana dia membaca balapan dan mengambil keputusan tepat," ujar Priestley dalam podcast tersebut. Clancy menambahkan bahwa chemistry antara Hamilton dan tim teknis Ferrari mulai terlihat di momen-momen kritis.
Priestley menyoroti perubahan pendekatan Hamilton dalam berkomunikasi dengan insinyur balapnya. Di Ferrari, proses adaptasi membutuhkan waktu karena perbedaan filosofi mobil dibandingkan Mercedes yang ia kendarai selama 12 musim.
"Lewis adalah pembalap yang sangat bergantung pada feeling mobil. Di Kanada, dia mulai mendapatkan kepercayaan diri untuk mendorong mobil ke batas maksimal," kata Priestley. Hal ini terlihat dari sektor tengah sirkuit di mana Hamilton mampu memangkas waktu signifikan di lap-lap krusial.
Hasil di Kanada menjadi suntikan moral bagi kubu Ferrari yang tengah berusaha mengejar ketertinggalan dari Red Bull dan McLaren. Hamilton kini hanya terpaut 12 poin dari rekan setimnya, Charles Leclerc, di klasemen pebalap.
Rebecca Clancy menilai performa ini menunjukkan bahwa keputusan Hamilton pindah ke Ferrari mulai menuai hasil. "Di awal musim banyak yang meragukan, tapi sekarang kita lihat prosesnya berjalan. Ini baru permulaan," ujarnya.
Hamilton akan kembali diuji di seri berikutnya yang berlangsung di sirkuit jalan raya. Priestley menekankan bahwa konsistensi menjadi kunci jika Ferrari ingin bersaing di papan atas.
"Satu balapan bagus tidak cukup. Mereka perlu membuktikan ini bukan kebetulan," pungkas Priestley. Episode lengkap diskusi ini tersedia di BBC iPlayer melalui The Chequered Flag podcast.