JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menutup rangkaian program Magang Nasional 2025 Tahap II yang diikuti oleh 62 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta merupakan lulusan baru atau fresh graduate perguruan tinggi yang telah menyelesaikan masa magang dengan menerima uang saku setara upah minimum kota/kabupaten (UMK).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa dengan selesainya Tahap II, total peserta yang telah menyelesaikan program magang nasional mencapai 78 ribu orang. Angka tersebut merupakan akumulasi dari Batch I yang melibatkan sekitar 16 ribu peserta dan Batch II yang mencapai 62 ribu peserta.
"(Peserta Tahap 2) 62 ribu orang, ditambah (Magang Nasional) Batch I sekitar 16 ribu, jadi total sebanyak 78 ribu (peserta) magang itu sudah selesai untuk Batch I dan Batch II," kata Yassierli dalam jumpa pers usai acara penutupan di Jakarta, Selasa.
Pasca-magang, Kemnaker mendorong para alumni untuk mengikuti sertifikasi kompetensi. Menaker Yassierli menegaskan bahwa sertifikasi menjadi bagian penting karena memberikan pengakuan resmi atas keterampilan yang diperoleh selama praktik kerja. Hal ini diyakini dapat menambah nilai tawar peserta dalam persaingan pasar kerja.
Pemerintah memfasilitasi sertifikasi tersebut secara gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pendaftaran sertifikasi dibuka pada 8 hingga 19 Juni 2026 melalui platform MagangHub.
Yassierli berharap tren positif pelaksanaan program magang ini dapat berlanjut pada tahun 2026. Ia juga menargetkan para peserta bisa terserap ke perusahaan-perusahaan tempat mereka sebelumnya mendapatkan pengalaman kerja.
Program Magang Nasional merupakan salah satu inisiatif Kemnaker untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan dunia industri. Dengan uang saku setara UMK, peserta diharapkan dapat fokus selama masa magang tanpa terbebani biaya hidup.