KARIMUN — Upaya menjadikan kawasan FTZ di Karimun dan Bintan menyeluruh seperti Batam memasuki babak baru setelah Gubernur Kepri Ansar Ahmad menggelar pertemuan dengan Menteri dan Deputi Bappenas. Ansar menegaskan komitmen dari pusat mulai terlihat untuk membantu mewujudkan perubahan status yang selama lima tahun terakhir terus diperjuangkan.
Saat ini, status FTZ di Karimun dan Bintan masih bersifat parsial atau hanya berlaku di kawasan tertentu. Kondisi ini dinilai belum mampu menarik investasi skala besar seperti yang terjadi di Batam. "Kalau hanya melihat kehilangan pendapatan jangka pendek, kita tidak akan pernah maju," ujar Ansar, Jumat (29/5/2025).
Menurutnya, yang harus dilihat adalah dampak ganda dari kebijakan ini. Batam menjadi contoh nyata bagaimana kawasan bebas mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, menghidupkan sektor industri, hingga memperkuat UMKM.
Ansar menyebut ada tiga faktor utama yang harus berjalan beriringan agar Karimun bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pertama, realisasi FTZ yang menyeluruh. Kedua, pembangunan infrastruktur bandara. Ketiga, kemudahan layanan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik.
"Kombinasi ketiga faktor tersebut akan menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan menarik bagi pelaku usaha nasional maupun internasional," kata Ansar.
Dalam waktu dekat, Gubernur berencana membawa Bupati Karimun bertemu langsung dengan Menteri Keuangan. Pertemuan itu tidak hanya membahas teknis perubahan status FTZ, tetapi juga proyek strategis pembangunan Bandara Karimun yang sudah lama diwacanakan.
"Deputi Bappenas juga sangat konsen terhadap penyelesaian Bandara Karimun. Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahan. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menyelesaikan tahapan yang tersisa agar proyek ini bisa berjalan," ungkap Ansar.
Pemprov Kepri akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar regulasi yang ada semakin mendukung percepatan pembangunan daerah. Ansar menegaskan bahwa Karimun memiliki potensi besar dan harus diberi ruang yang lebih luas untuk berkembang.
"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya. (yh)