Pencarian

Revitalisasi Pulau Penyengat Raih Penghargaan Nasional, Gubernur Ansar: Budaya Jadi Motor Ekonomi Kepri

Kamis, 25 Juni 2026 • 11:51:01 WIB
Revitalisasi Pulau Penyengat Raih Penghargaan Nasional, Gubernur Ansar: Budaya Jadi Motor Ekonomi Kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menerima penghargaan nasional untuk program Revitalisasi Pulau Penyengat di Jakarta.

TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil membawa pulang penghargaan nasional dari ajang Cita Loka Fest 2026 yang digelar Tribun Network. Program Revitalisasi Pulau Penyengat dinilai sukses mengintegrasikan pelestarian warisan budaya Melayu dengan pengembangan ekonomi daerah.

Penghargaan dalam kategori Pengembangan Ekonomi Berbasis Warisan Budaya itu diserahkan oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Acara berlangsung di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, dan turut disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.

Mengapa Pulau Penyengat Dinilai Layak?

Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata sejarah. Kawasan ini merupakan pusat warisan budaya Melayu dengan nilai historis tinggi yang kini didorong menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Gubernur Ansar Ahmad menyebut revitalisasi mencakup penataan kawasan, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga penyelenggaraan kegiatan budaya rutin.

“Seluruh aktivitas budaya dan sejarah yang ada di Pulau Penyengat tidak hanya kami lestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga kami dorong menjadi bagian dari pengembangan sektor pariwisata Kepulauan Riau,” ujar Ansar dalam sambutannya.

Kunjungan Wisatawan Meningkat Signifikan

Hasil revitalisasi mulai terlihat dari data kunjungan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan domestik dan mancanegara ke Pulau Penyengat menunjukkan tren positif. Pemerintah menilai ini bukti bahwa pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan beriringan.

“Kondisi ini membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat,” kata Ansar.

Target: Destinasi Warisan Budaya Kelas Dunia

Pemprov Kepri tidak berhenti pada penghargaan. Program revitalisasi terus diarahkan untuk mentransformasi Pulau Penyengat menjadi destinasi wisata warisan budaya Melayu bertaraf internasional. Fokusnya bukan hanya pembangunan fisik, melainkan juga pelestarian lingkungan, pariwisata berkelanjutan, dan penguatan identitas budaya.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap Pulau Penyengat mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal, sekaligus menjaga nilai sejarah yang diwariskan para pendahulu.

Apa Itu Cita Loka Fest 2026?

Cita Loka Fest 2026 mengusung tema “Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri”. Forum nasional ini lahir dari keyakinan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, tetapi juga pada kemampuan daerah mengenali dan mengelola potensi lokal secara optimal.

CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, berharap penghargaan ini mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan di berbagai daerah. Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya berpesan agar daerah penerima penghargaan terus berinovasi dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Komitmen Jangka Panjang Kepri

Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa pelestarian budaya bisa menjadi fondasi pembangunan daerah. Bagi Kepri, Revitalisasi Pulau Penyengat bukan sekadar proyek menjaga sejarah, melainkan strategi membangun masa depan melalui kekuatan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: presmedia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks