Pencarian

Warga Natuna Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Minyak Jelantah dan Oli Bekas, Klaim Hemat Empat Jam Hanya dengan Setengah Liter

Selasa, 07 Juli 2026 • 23:18:31 WIB
Warga Natuna Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Minyak Jelantah dan Oli Bekas, Klaim Hemat Empat Jam Hanya dengan Setengah Liter
Dodi Kusuma dari Natuna menciptakan kompor berbahan bakar minyak jelantah dan oli bekas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

NATUNA — Seorang warga Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, menciptakan solusi memasak alternatif dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Dodi Kusuma merakit kompor berbahan bakar minyak jelantah dan oli bekas yang diklaim lebih hemat ketimbang gas elpiji atau minyak tanah.

Bagaimana Cara Kerja Kompor Limbah Ini?

Kompor tersebut menggunakan sistem tetes, di mana minyak jelantah atau oli bekas dialirkan secara perlahan ke dalam tungku. Proses pembakaran kemudian dipicu oleh hembusan udara dari blower, sehingga menghasilkan api yang stabil untuk memasak.

“Sistem kompor ini menggunakan bahan bakarnya dari limbah minyak jelantah atau oli yang tidak terpakai. Minyak atau oli menetes ke dalam tungku, kemudian semburan angin memicu proses pembakaran hingga bisa digunakan untuk memasak,” ujar Dodi kepada koranperbatasan.com melalui sambungan WhatsApp.

Setengah Liter untuk Empat Jam Memasak

Berdasarkan pengalaman Dodi yang telah menggunakan kompor ini selama empat bulan, konsumsi bahan bakarnya terbilang irit. Ia menyebutkan, dengan setengah liter minyak jelantah atau oli bekas, kompor bisa digunakan memasak tanpa henti selama sekitar empat jam.

Kompor ini juga dilengkapi stop kran untuk mengatur debit bahan bakar. Dengan begitu, pengguna bisa menyesuaikan besar kecilnya api sesuai kebutuhan memasak, mirip seperti kompor gas pada umumnya.

Dibuat untuk Kebutuhan Pribadi, Bukan Dijual

Dodi menegaskan bahwa kompor tersebut ia buat semata-mata untuk keperluan pribadi, bukan untuk diproduksi secara komersial. “Saya tidak menjualnya. Kompor ini saya gunakan sendiri untuk menghemat pengeluaran rumah tangga,” katanya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa masyarakat yang tertarik bisa membeli produk serupa di platform perdagangan daring seperti Shopee. Alternatif lainnya, warga bisa merakit sendiri karena tutorial pembuatannya sudah banyak tersedia di YouTube.

Solusi untuk UMKM Saat Harga Gas Melonjak

Dodi menilai inovasi sederhana ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan kompor gas sepenuhnya. Ia lebih melihatnya sebagai pilihan lain ketika harga elpiji melonjak atau pasokan minyak tanah sulit didapat.

Teknologi ini dinilai berpotensi besar untuk dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang membutuhkan proses memasak dalam waktu lama. “Harapan saya, bagi masyarakat yang merasa keberatan dengan mahalnya harga minyak dan gas, kompor ini bisa menjadi salah satu solusi. Terutama bagi rumah makan atau UMKM yang memasak dalam waktu lama, tentu biayanya bisa jauh lebih hemat,” pungkas Dodi.

Bagikan
Sumber: koranperbatasan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks