KEPULAUAN RIAU — Samsung kembali menunjukkan ambisinya di industri semikonduktor. Melalui pengarahan resmi perusahaan, Presiden sekaligus Kepala Bisnis System LSI Samsung, Park Yong-in, mengonfirmasi bahwa pengembangan chipset Exynos 2700 berjalan tanpa hambatan. Prosesor ini akan menjadi andalan baru untuk perangkat flagship Samsung di masa depan.
Seperti dikutip dari Gizmochina, Sabtu (20/6/2026), Park Yong-in menyatakan target penggunaan chipset tersebut untuk smartphone kelas atas perusahaan. Meski belum menyebut model spesifik, pengamat industri meyakini Exynos 2700 akan menjadi otak dari seri Galaxy S27 yang diperkirakan meluncur awal 2027.
Salah satu lompatan terbesar Exynos 2700 ada pada proses fabrikasi 2nm. Teknologi ini memungkinkan transistor lebih kecil dan rapat, yang secara langsung berdampak pada efisiensi daya dan performa komputasi.
Pembaruan krusial lainnya adalah penerapan desain Side-by-Side (SBS). Konfigurasi ini menempatkan prosesor dan memori DRAM pada substrat yang sama, bukan ditumpuk seperti desain konvensional. Pendekatan ini memungkinkan sistem pendinginan bekerja lebih efektif karena kedua komponen utama dapat ditangani secara bersamaan melalui jalur panas khusus.
Dengan desain SBS, Exynos 2700 dikabarkan membawa sejumlah peningkatan signifikan. Bandwidth memori diklaim meningkat 30 hingga 40 persen, yang sangat krusial untuk aplikasi berat seperti AI dan gaming.
Selain itu, manajemen suhu yang lebih optimal dan efisiensi daya yang lebih baik menjadi keunggulan utama. Artinya, pengguna bisa mendapatkan performa yang lebih stabil saat menjalankan beban kerja berat tanpa khawatir perangkat cepat panas atau boros baterai.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Samsung ingin mengurangi ketergantungan pada pemasok chip eksternal. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan lebih banyak mengandalkan prosesor Snapdragon dari Qualcomm di sejumlah pasar utama, termasuk Indonesia.
Dengan menghadirkan Exynos 2700, Samsung berambisi memperkuat ekosistem semikonduktor internalnya. Jika terealisasi, chipset ini akan berhadapan langsung dengan chipset premium terbaru dari Qualcomm yang diperkirakan hadir sebagai penerus Snapdragon 8 Elite.
Keputusan Samsung untuk kembali ke chipset buatan sendiri pada lini flagship menjadi kabar menarik bagi konsumen. Ke depannya, persaingan performa antara Exynos dan Snapdragon diprediksi akan kembali sengit, memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna yang mencari smartphone Android terbaik.