BATAM — Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya menerima laporan dari anggota Tagana Kota Batam sekitar pukul 10.55 WIB, setelah upaya pencarian mandiri oleh keluarga dan warga setempat belum membuahkan hasil. “Saat ini status korban bernama Ibas tersebut masih dalam pencarian intensif,” kata Fazzli di Tanjungpinang, Senin siang.
Menurut kronologi yang dihimpun, insiden bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat kawasan Tanjung Sengkuang diguyur hujan lebat. Ibas yang sedang asyik bermain di luar rumah tiba-tiba terpeleset dan langsung terseret arus gorong-gorong yang deras.
Keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian mandiri di sepanjang aliran air, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Laporan darurat kemudian diteruskan ke Kantor SAR Tanjungpinang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Tanjungpinang mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Batam pada pukul 11.10 WIB. Sebanyak enam personel penyelamat diberangkatkan menggunakan Rescue Car Tipe Dua dan diperkirakan tiba di lokasi pencarian pada pukul 11.45 WIB.
Tim dibekali alat utama pertolongan lengkap, termasuk satu set perahu karet (rubber boat), alat deteksi bawah air aquaeye, alat komunikasi, serta peralatan evakuasi medis darurat.
Fazzli menambahkan, operasi SAR hari pertama ini didukung penuh oleh tim gabungan yang bahu-membahu di lapangan. Personel yang terlibat berasal dari Pos SAR Batam, Polairud Batam, Tagana Batam, TNI AL, BPBD Batam, serta bantuan dari masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap balita Ibas masih terus berlangsung. Tim SAR menyisir sepanjang aliran gorong-gorong dan saluran air di sekitar lokasi kejadian.