BATAM — Cuaca ekstrem diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah Kepulauan Riau dalam 24 jam ke depan. BMKG Hang Nadim Batam mendeteksi adanya perlambatan kecepatan angin dan penumpukan massa udara yang signifikan di sekitar provinsi tersebut, sehingga potensi hujan sedang hingga lebat perlu diantisipasi.
"Waspada potensi akumulasi curah hujan harian mencapai kategori sedang (20 - 50 mm/hari) yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Kota Batam, Tanjungpinang, Bintan, Natuna dan Kepulauan Anambas," demikian peringatan resmi BMKG yang diterima di Batam, Selasa.
Dari data prakiraan cuaca per kabupaten/kota yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB, Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi wilayah dengan intensitas hujan tertinggi. Daerah itu diperkirakan langsung dihantam hujan petir pada pagi hari, beralih berawan tebal saat siang dan malam, sebelum kembali diguyur hujan ringan pada dini hari.
Suhu di Anambas diprediksi berada pada rentang 25–28 derajat Celsius dengan kecepatan angin mencapai 9–17 km/jam dari arah Selatan. Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran antar-pulau di kawasan tersebut perlu diwaspadai.
Kota Batam dan Tanjungpinang diprakirakan mengalami pola cuaca yang serupa. Keduanya akan diguyur hujan ringan pada pagi dan siang hari, sebelum berawan pada malam hari. Suhu udara di Batam berkisar 25–30 derajat Celsius, sementara Tanjungpinang sedikit lebih hangat dengan rentang 26–30 derajat Celsius.
Kabupaten Bintan juga tak luput dari potensi hujan ringan hingga siang hari, dengan suhu mencapai 24–30 derajat Celsius. Sementara itu, Natuna diprakirakan hujan ringan sejak pagi hingga siang, lalu berawan tebal pada malam hari dengan angin bertiup dari Barat Daya.
Dua kabupaten yang relatif lebih aman dari hujan adalah Karimun dan Lingga. Kedua wilayah ini diprakirakan hanya berawan tebal sepanjang hari tanpa potensi hujan signifikan. Suhu di Karimun berkisar 26–29 derajat Celsius, sedangkan Lingga berada di rentang 25–29 derajat Celsius dengan kecepatan angin mencapai 14 km/jam.
BMKG mengimbau pemangku kepentingan di bidang transportasi, kebencanaan, dan maritim untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini. Masyarakat di wilayah pesisir dan perairan Kepri diminta waspada terhadap potensi gelombang tinggi akibat angin kencang yang menyertai hujan.