TANJUNGPINANG — Sebanyak 193 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi menempati lokasi usaha baru setelah pemerintah kota menuntaskan relokasi pedagang kawasan Gurindam 12. Proses pengundian yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tanjungpinang Barat, Senin (22/6/2026), menjadi penanda rampungnya penataan yang telah berlangsung lebih dari dua pekan.
Pemerintah menyiapkan tiga titik relokasi: Melayu Square dengan 102 tenda dan kios, Anjung Cahaya sebanyak 49 unit, serta kawasan Tanah Merah yang menampung 29 kontainer. Selain itu, pemerintah juga mengatur jenis usaha mulai dari kuliner, minuman, hingga area permainan yang terdiri dari 18 unit—tetap dan mobile.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, menegaskan seluruh peserta yang mengikuti pengundian telah melalui verifikasi ketat. “Sebanyak 193 pedagang dinyatakan memenuhi syarat dan mengikuti pengundian. Tidak ada perlakuan khusus, semua melalui mekanisme yang sama,” ujarnya.
Pengelolaan lokasi usaha baru akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan sistem administrasi yang terbuka. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi praktik pungutan liar yang kerap dikeluhkan pedagang di kawasan lama.
Kasatpol PP Kota Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim, menyebut relokasi ini bagian dari dukungan terhadap rencana pengembangan kawasan Gurindam 12 oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. “Seluruh proses berjalan tertib dan lancar. Harapannya setelah relokasi tidak ada lagi persoalan pungutan liar dan pedagang dapat berusaha dengan lebih nyaman,” katanya.
Salah satu pedagang, Nuhayati, mengaku bersyukur mendapatkan lokasi di Melayu Square. Ia menilai sistem pengundian yang diterapkan pemerintah berlangsung transparan karena seluruh pedagang memiliki kesempatan yang sama. “Alhamdulillah saya dapat di Melayu Square. Sistem ini adil karena semua ikut undi. Mudah-mudahan usaha kami ke depan semakin lancar,” ucapnya.
Riany berharap para pedagang dapat menerima hasil pengundian dengan baik dan bersama-sama menjaga ketertiban serta kebersihan kawasan baru. “Kami ingin kawasan ini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” pungkasnya.