BATAM — Perum Bulog Kantor Cabang Batam mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada 79.301 warga di dua wilayah, yakni Kota Batam dan Kabupaten Karimun. Bantuan yang diberikan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per penerima ini merupakan alokasi untuk bulan Februari dan Maret yang harus rampung sebelum 30 Juni 2026.
Pemimpin Cabang Bulog KC Batam Ashariyanti Pratimi menyebutkan, dari total 59.066 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Batam, sebanyak 85,24 persen sudah menerima jatahnya. Sementara di Kabupaten Karimun, dari 20.235 PBP, realisasinya mencapai 93,82 persen. “Target kami sampai 30 Juni 2026 bantuan pangan ini sudah diterima seluruh penerima manfaat,” kata Ashariyanti di Batam, Selasa.
Mekanisme penyaluran dilakukan melalui titik salur yang berada di masing-masing kelurahan. Pihak kelurahan kemudian menyampaikan informasi kepada warga yang masuk daftar penerima untuk mengambil bantuan. “Penyalurannya langsung ke kelurahan, kemudian kelurahan menyampaikan informasi kepada masing-masing penerima bantuan pangan untuk pengambilan,” ujar Ashariyanti.
Pemerintah telah menetapkan data penerima bantuan pangan ini berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sasaran program adalah masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Ashariyanti menambahkan, penyelesaian penyaluran bantuan pangan menjadi prioritas Bulog dalam menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Tujuan utama kami adalah menyelesaikan setiap penugasan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan yang saat ini sudah memasuki tahap akhir untuk alokasi Februari dan Maret,” ujarnya.
Setelah tahap ini selesai, pemerintah berencana melanjutkan program bantuan pangan untuk alokasi berikutnya. Ashariyanti menyebut penyaluran untuk alokasi Juli akan segera dimulai. Namun, komposisi bantuan berubah. “Kalau ke depan bantuannya berupa beras saja sebanyak 10 kilogram per penerima bantuan pangan. Untuk jumlah penerimanya masih sama, yaitu masyarakat yang masuk DTSEN desil 1 sampai 4,” ujarnya.