Laba Perumda Tirta Mulia Karimun Turun Jadi Rp837 Juta, Gaji Karyawan Naik 27 Persen Jadi Biang Kerok

Penulis: Topan Lubis  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:47:31 WIB
Perumda Tirta Mulia Karimun catat laba Rp837 juta pada 2025, turun 16,3 persen dari tahun sebelumnya.

KARIMUN — Penurunan laba hingga 16,3 persen itu bukan tanpa sebab. Direktur Utama Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, membeberkan sejumlah faktor yang membuat keuntungan perusahaan jasa air bersih ini tergerus.

Gaji Karyawan Naik 27 Persen, Beban Operasional Membengkak

Faktor utama yang dituding sebagai biang kerok adalah penyesuaian gaji karyawan. Ferry mengatakan, tahun lalu perusahaan menaikkan upah pegawai sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang baru.

“Pada tahun 2025, gaji karyawan kami ditambahkan sesuai dengan UMK, makanya terjadi lonjakan penambahan sebesar 27 persen,” jelasnya, Sabtu (27/6/2026).

Lonjakan belanja pegawai itu bukan satu-satunya beban. Harga bahan kimia untuk proses pengolahan air, tarif listrik, pipa, dan aksesoris pendukung lainnya juga mengalami kenaikan di sepanjang tahun lalu.

Tingkat Kehilangan Air Capai 29,82 Persen, Setara Rp250 Juta Lebih Menguap

Persoalan klasik PDAM di berbagai daerah, yakni kebocoran atau kehilangan air, juga menghantui Perumda Tirta Mulia. Ferry mengungkapkan, tingkat kehilangan air (non-revenue water/NRW) pada 2025 tercatat sebesar 29,82 persen.

Angka itu berarti hampir sepertiga dari total air yang diproduksi perusahaan tidak sampai ke pelanggan atau tidak tertagih. Jika dikonversi secara kasar, potensi pendapatan yang hilang akibat kebocoran ini bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahun.

“InsyaAllah ini juga akan menjadi konsen dan upaya strategis kami ke depan agar laba atau keuntungan perusahaan bisa meningkat, mohon doa dukungannya,” tutup Ferry.

Rp460 Juta Disetor ke Kas Daerah Sebagai PAD

Meski laba menurun, perusahaan tetap berkewajiban menyetorkan bagiannya ke kas daerah. Dari total laba bersih Rp837 juta, sebanyak 55 persen atau senilai Rp460 juta akan menjadi hak Pemerintah Kabupaten Karimun.

Jumlah tersebut tercatat sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan telah disetujui oleh Bupati Iskandarsyah selaku pemilik modal. Sisanya, sebesar Rp377 juta, akan digunakan untuk penguatan modal kerja dan cadangan perusahaan.

Dengan kondisi keuangan yang masih surplus meski menurun, Perumda Tirta Mulia Karimun dihadapkan pada tantangan untuk menekan kebocoran air dan efisiensi biaya operasional agar laba bisa kembali meroket pada tahun 2026.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: alurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top