BPS Natuna Latih Aparatur Tiga Desa Kelola Data Statistik untuk Perencanaan Pembangunan di Wilayah Perbatasan

Penulis: Binsar Gultom  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 16:16:31 WIB
Petugas BPS Natuna memberikan pelatihan pengelolaan data statistik kepada aparatur desa di Kecamatan Bunguran Timur.

NATUNA — Tiga desa di Kabupaten Natuna kini menjadi bagian dari program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) yang digagas BPS. Program ini bertujuan membangun kemandirian aparatur desa dalam menghasilkan, mengelola, dan memanfaatkan data sektoral tanpa sepenuhnya bergantung pada pemerintah pusat atau kabupaten.

Tiga Desa yang Menjadi Sasaran Program

Kepala BPS Natuna Wahyudi Dwi Sugianto menyebutkan tiga desa yang terlibat dalam program ini adalah Desa Batu Gajah, Desa Sungai Ulu, dan Desa Sepempang. Ketiganya berada di Kecamatan Bunguran Timur.

Pada Senin lalu, penandatanganan komitmen bersama dilakukan oleh kepala desa terkait, Bupati Natuna Cen Sui Lan, dan Kepala BPS Natuna. Komitmen ini menjadi dasar pelaksanaan program di lapangan.

Data Akurat Kunci Kebijakan Efektif

"Melalui program ini, perangkat desa dan masyarakat didorong untuk meningkatkan literasi statistik, menerapkan standar pengelolaan data yang baik, serta mengoptimalkan pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan," ujar Wahyudi dalam keterangan resminya.

Menurut dia, data yang akurat menjadi salah satu kunci dalam menghasilkan kebijakan yang efektif. Hal ini mencakup pengentasan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik, hingga penentuan program prioritas yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Dukung Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Pada 2026 mendatang, program Desa Cantik juga diarahkan untuk mendukung pemutakhiran dan peningkatan kualitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini biasanya dijadikan acuan dalam menentukan penerima bantuan sosial.

Dengan adanya data yang lebih akurat dari tingkat desa, pemerintah daerah berharap tidak ada lagi warga miskin yang terlewat dari program bansos atau justru warga mampu yang masih menerima bantuan.

Kolaborasi Lintas Instansi

Wahyudi menjelaskan bahwa program ini tidak berjalan sendiri. BPS Natuna berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Natuna, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta desa-desa binaan.

"Dalam mensukseskan program ini kami berkolaborasi dengan berbagai pihak," katanya.

Kolaborasi ini dinilai penting karena pengelolaan data statistik di tingkat desa membutuhkan pendampingan teknis dan infrastruktur yang memadai, terutama di wilayah perbatasan yang kerap terkendala akses internet dan sumber daya manusia.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top