NATUNA — Dari ribuan UMKM yang tercatat di Kabupaten Natuna, baru 125 pelaku usaha yang aktif mendapatkan pendampingan intensif melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Kepala Disperindagkopum Natuna, Marwan Sjah Putra, mengatakan jumlah itu masih jauh dari total 5.554 unit UMKM yang terdata dalam Online Data System (ODS).
“Yang saat ini terdata dan mendapatkan pendampingan melalui PLUT sebanyak 125 pelaku usaha,” kata Marwan di Natuna, Selasa.
Ratusan UMKM binaan itu tersebar di lima sektor utama: perikanan, perkebunan, pertanian, jasa perdagangan, dan industri rumah tangga. Petugas Disperindagkopum mendatangi langsung lokasi usaha para pelaku secara berkala untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta informasi program pengembangan usaha.
Marwan mengungkapkan, sejumlah kendala klasik masih membelit pelaku UMKM di Natuna. Biaya pengiriman yang tinggi, keterbatasan dan mahalnya bahan baku, rendahnya harga jual produk, minimnya promosi, serta daya tahan produk yang masih terbatas menjadi persoalan utama.
Pemerintah Kabupaten Natuna telah memetakan persoalan tersebut dan menyiapkan solusi. Salah satu terobosan terbaru adalah membuka akses ekspor dan impor melalui Pelabuhan Selat Lampa. Pelabuhan itu kini sudah bisa dimanfaatkan sebagai pintu ekspor bagi produk UMKM Natuna.
Mulai 2026, Natuna juga telah memiliki Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) untuk produk ekspor. “Keberadaan IPSKA memungkinkan pelaku usaha mengurus Surat Keterangan Asal (SKA) di Natuna tanpa harus ke daerah lain, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya,” jelas Marwan.
Selain akses ekspor, Pemkab Natuna memberikan sejumlah dukungan lain kepada pelaku UMKM. Layanan di PLUT mencakup fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, desain kemasan produk, hingga subsidi margin 0 persen untuk pinjaman modal usaha.
“Silakan manfaatkan PLUT untuk mengembangkan usaha. Semua layanan yang kami berikan tidak dipungut biaya,” ujar Marwan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah ingin pelaku UMKM di Natuna bisa naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat. “Kami ingin pelaku UMKM di Natuna dapat naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” kata dia.