KEPULAUAN RIAU — Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini berlaku mulai Rabu (1/7/2026) dan merupakan bagian dari evaluasi harga bulanan yang dilakukan Pertamina. Keputusan ini dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir.
Tiga produk nonsubsidi mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.300 per liter di wilayah dengan PBBKB 5 persen (termasuk DKI Jakarta), turun Rp1.450 dari sebelumnya Rp20.750.
Penurunan paling tajam terjadi pada Dexlite yang semula Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter, atau turun Rp3.300. Sementara Pertamina Dex turun Rp3.650 dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.
Adapun harga Pertamax tetap di Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 bertahan di Rp17.000 per liter.
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, berikut rincian harga per 5 Juli 2026:
Harga Pertalite dan Biosolar seragam di seluruh Indonesia, yakni Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Namun, harga BBM nonsubsidi bervariasi antar provinsi karena perbedaan besaran PBBKB.
Di Sumatera Utara, Jambi, dan Lampung, Pertamax dijual Rp16.650 per liter, sementara Pertamax Turbo Rp19.750 per liter. Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, Pertamax lebih mahal yakni Rp17.000 per liter.
Wilayah FTZ Sabang menawarkan harga paling murah untuk Pertamax, yakni Rp15.250 per liter, sedangkan FTZ Batam menjual Pertamax Turbo Rp18.350 per liter.
Penurunan harga Dexlite dan Pertamina Dex menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan diesel, termasuk armada logistik dan transportasi umum. Selisih harga yang mencapai lebih dari Rp3.000 per liter berpotensi menekan biaya operasional bulanan secara signifikan.
Bagi pengguna kendaraan bensin nonsubsidi, penurunan Pertamax Turbo juga memberikan sedikit ruang napas di tengah harga bahan bakar yang masih tinggi. Hingga berita ini diturunkan, Pertamina belum mengumumkan apakah harga ini akan bertahan hingga Agustus 2026.