LINGGA — Di tengah kesibukan memantau lonjakan penumpang kapal saat liburan sekolah, seorang Babinsa justru dihadapkan pada situasi darurat kemanusiaan. Peltu Maksudi, anggota Koramil 04/Dabo, mendapati seorang pasien dari Rumah Sakit Dabok yang menderita komplikasi stroke berat dan harus segera dirujuk ke Tanjung Pinang.
Kondisi pasien yang tidak bisa berjalan membuat proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri. Tanpa menunggu perintah, Peltu Maksudi langsung berinisiatif membantu mengangkat tandu bersama petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan keluarga pasien untuk menaikkan pasien ke kapal tujuan Tanjung Pinang.
Kegiatan monitoring di Pelabuhan Jago sendiri sejatinya difokuskan pada arus penumpang rute Jago – Pinang dan Jago – Batam yang meningkat drastis saat masa libur sekolah. Namun, peristiwa tak terduga ini mengubah fokus Babinsa sejenak.
“Kami terus memantau situasi pelabuhan di masa liburan ini. Kebetulan ada warga yang membutuhkan bantuan darurat, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir dan membantu semaksimal mungkin,” ujar Peltu Maksudi di lokasi.
Proses evakuasi berlangsung lancar berkat kerja sama antara aparat keamanan, petugas pelabuhan, dan masyarakat setempat. Komandan Koramil 04/Dabo, Kapten Arm Ismarli Koto, membenarkan bahwa situasi di pelabuhan secara keseluruhan tetap aman dan terkendali selama kegiatan berlangsung.
Pasien stroke berat tersebut membutuhkan penanganan medis dengan peralatan yang lebih lengkap yang hanya tersedia di rumah sakit provinsi. Evakuasi cepat dari Pelabuhan Jago menjadi titik krusial sebelum pasien menempuh perjalanan laut menuju Tanjung Pinang.