BATAM — Pekerjaan fisik pembangunan gardu baru di Senjulung sudah dimulai sejak 5 Juli 2026 dengan penggalian lubang tiang beton. Manajer Komunikasi dan Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menargetkan seluruh proses konstruksi rampung dalam waktu tiga hingga empat hari dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.
Hasil pemantauan lapangan menunjukkan Trafo Portal 400 kVA Senjulung 2 mengalami kelebihan beban signifikan, terutama saat beban puncak pada pukul 18.30 WIB hingga tengah malam. Kondisi ini memicu Molded Case Circuit Breaker (MCCB) bekerja secara otomatis untuk melindungi peralatan dari potensi kerusakan.
“Pada saat beban meningkat, pengaman trafo atau MCCB dapat bekerja secara otomatis untuk melindungi peralatan kelistrikan dari potensi kerusakan. Kondisi inilah yang menyebabkan aliran listrik di sebagian wilayah terdampak sempat terhenti,” ujar Yoga, Senin (6/7/2026).
PLN Batam telah mengajukan kebutuhan lahan untuk gardu baru kepada perangkat RT/RW sejak 24 Juni 2026. Setelah melalui koordinasi dan musyawarah bersama tokoh masyarakat, lokasi pembangunan akhirnya disepakati.
Selama proses pembangunan berlangsung, tim pelayanan teknik disiagakan di Gardu Portal Senjulung 2 untuk merespons cepat jika MCCB kembali bekerja akibat tingginya beban listrik. Pelanggan diimbau mengatur pemakaian listrik pada jam beban puncak hingga gardu baru beroperasi.
Yoga menyampaikan apresiasi kepada perangkat RT/RW, tokoh masyarakat, dan warga Senjulung atas dukungan terhadap percepatan pembangunan gardu tersebut. “Kami terus bergerak cepat agar solusi permanen segera terealisasi dan pasokan listrik kembali andal bagi masyarakat. Dukungan warga menjadi kunci keberhasilan percepatan pembangunan gardu baru ini,” katanya.
PLN Batam menegaskan komitmennya meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di kawasan Senjulung, Punggur, dan sekitarnya melalui percepatan pembangunan gardu distribusi baru ini.