Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani Ingatkan Orang Tua dan Guru Waspadai Pengaruh Ekstrem True Crime Community ke Anak

Penulis: Topan Lubis  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 18:26:31 WIB
Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani menyampaikan imbauan kepada orang tua dan guru terkait pengaruh True Crime Community terhadap anak.

KARIMUN — Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena True Crime Community (TCC) yang kini menjadi ancaman serius bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Karimun. Subkultur daring yang beroperasi secara tertutup di grup aplikasi pesan instan seperti Telegram dan WhatsApp ini tidak hanya membahas, tetapi juga mempertontonkan dan meromantisasi kasus kriminal ekstrem.

“True crime community adalah sebuah komunitas ataupun kelompok di grup media daring di dunia maya, di mana di komunitas itu mengajarkan atau memperlihatkan kejahatan-kejahatan nyata seperti pembunuhan, penganiayaan, yang sangat ekstrem,” jelas AKBP Yunita Stevani, Rabu (29/7/2026).

Mekanisme Indoktrinasi: Dari Konten Ekstrem hingga Aksi Nyata

Kapolres memaparkan bahwa mekanisme indoktrinasi dalam grup-grup tersebut berlangsung secara bertahap namun masif. Konten yang disajikan tidak hanya sebatas tayangan kekerasan, melainkan juga materi teknis yang sangat berbahaya.

“Dia tidak hanya mengajarkan tentang cara membuat, mungkin cara membuat bom juga ada, tapi nanti lama-kelamaan dia akan memberikan pengaruh kepada anak kita yang menonton atau mengikuti konten tersebut untuk bisa mengikuti hal-hal yang ada di dalam tersebut,” terangnya.

Dampak Nyata: Insiden Pengeboman SMA di Jakarta Jadi Bukti

AKBP Yunita Stevani menegaskan bahwa ancaman ini bukan sekadar teori. Ia merujuk pada insiden pengeboman di sebuah sekolah menengah atas di Jakarta beberapa waktu lalu sebagai contoh konkret dampak destruktif dari paparan ideologi radikal daring.

“Kemarin kalau rekan-rekan tahu juga yang kejadian di SMA yang di Jakarta, yang dibom. Nah, itu salah satunya juga anak tersebut terpapar dari sisi tersebut. Untuk pelaku sebenarnya terpapar dari ajaran radikalisme atau ideologi radikalismenya,” tegas Kapolres.

Peran Kunci Orang Tua dan Guru: Bukan Pengekangan, Melainkan Perlindungan

Menurut Kapolres, anak-anak dan remaja berada pada fase usia yang sangat rentan, terutama jika mereka kekurangan pendampingan dari lingkungan keluarga maupun sekolah. Ia menekankan bahwa pengawasan digital bukanlah bentuk pengekangan, melainkan wujud kasih sayang.

“Sehingga sangat berpengaruh terhadap anak-anak ataupun remaja di mana mungkin remaja kita tidak mendapat dukungan dari keluarga ataupun dari pihak sekolah, sehingga imbauan kepada pihak sekolah ataupun orang tuanya agar bisa lebih memperhatikan anak-anaknya dalam bermedia sosial dan juga untuk literasi digitalnya,” imbaunya.

“Jadi untuk orang tua ataupun guru-guru harus bisa membatasi dan mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan oleh anak-anak kita dalam menggunakan media sosial tersebut. Karena kegiatan-kegiatan apabila tidak dibatasi ataupun tidak diawasi, maka anak-anak tersebut akan melakukan kesalahan-kesalahan ataupun terpengaruh karena tidak ada arahan dari orang tua ataupun dari pihak sekolah,” tambahnya.

Seruan untuk Masyarakat Karimun: Jaga Generasi Muda dari Bahaya Siber

Sebagai langkah preventif, AKBP Yunita Stevani mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Karimun untuk bergandengan tangan mengawasi tumbuh kembang generasi muda dari bahaya laten kejahatan siber. Polres Karimun berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Untuk di Kepri, khususnya di Kabupaten Karimun ini, marilah kita bersama-sama juga untuk menjaga anak-anak kita atau remaja dalam penggunaan media sosial, baik itu dari pihak keluarga, orang tua, dan juga dari pihak gurunya yang berada di sekolah. Mudah-mudahan tidak ada ya, makanya kita harus tetap mensosialisasikan kepada masyarakat, juga tetap harus mengingatkan juga, kalau bukan kita semua yang menjaga, siapa lagi?” pungkasnya.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: wartarakyat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top