Pencarian

Kementan Genjot Masa Tanam Padi di Natuna Dua hingga Tiga Kali Setahun, Produksi Naik 219 Ton pada 2025

Kamis, 23 Juli 2026 • 16:44:01 WIB
Kementan Genjot Masa Tanam Padi di Natuna Dua hingga Tiga Kali Setahun, Produksi Naik 219 Ton pada 2025
Petani memanen padi di lahan pertanian Natuna, Kamis (tangal) sebagai bagian dari program peningkatan frekuensi tanam.

NATUNA — Kementan tidak hanya mendorong petani menanam lebih sering, tetapi juga menggelontorkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi ke Natuna. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepri Rudi Hartono menyebut daerah itu menjadi salah satu penerima bantuan terbanyak di Kepri.

Masa Panen Tiga Bulan, Petani Bisa Panen Tiga Kali Setahun

Menurut Rudi, tanaman padi memiliki masa panen sekitar tiga bulan. Dengan pengelolaan lahan yang optimal, petani bisa memanen dua hingga tiga kali dalam setahun di lahan yang sama tanpa membuka lahan baru.

“Masa panen padi tiga bulan, jadi maksimal petani bisa menanam dan memanen dua atau tiga kali dalam setahun,” kata Rudi di Natuna, Kamis.

Ia mencontohkan, lahan yang sebelumnya hanya menghasilkan sekitar 10 ton gabah setahun bisa menghasilkan dua hingga tiga kali lipat setelah frekuensi tanam dinaikkan.

Produksi 2025 Naik Hampir Dua Kali Lipat

Data Kementan menunjukkan tren kenaikan signifikan. Pada 2024 produksi padi Natuna tercatat 113,68 ton. Angka itu melonjak menjadi 219,69 ton pada 2025. Hingga Juli 2026, produksi telah mencapai 106,80 ton.

Strategi peningkatan masa tanam mulai diterapkan sejak kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Untuk mendukung program itu, Kementan mengalokasikan anggaran APBN untuk pengadaan traktor, pompa air, dan pembangunan irigasi.

Bantuan Alsintan dan Benih Unggul Mengalir ke Natuna

Selain alsintan, pemerintah menyalurkan benih unggul, pupuk, dan pestisida. Bantuan ini bertujuan menjaga ketersediaan air dan memudahkan petani mengolah lahan, termasuk saat musim kemarau.

“Di Kepulauan Riau, Natuna merupakan salah satu daerah penerima bantuan terbanyak, baik alsintan maupun sarana produksi,” ujar Rudi.

Program PM AAS: Benih Ditingkatkan Jadi 70 Kg Per Hektare

Kementan juga memperkenalkan program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS) yang mulai disosialisasikan ke penyuluh. Program ini menambah populasi tanaman per hektare dengan meningkatkan kebutuhan benih dari 25 kilogram menjadi sekitar 70 kilogram per hektare.

“Nama programnya PM AAS. Melalui program ini Kementan ingin meningkatkan produksi padi,” kata Rudi.

Rudi menegaskan, strategi peningkatan intensitas tanam menjadi salah satu alasan Indonesia mampu meningkatkan produksi beras meski luas lahan pertanian terus berkurang akibat alih fungsi lahan. “Inilah yang menyebabkan kenapa kita bisa swasembada beras meski ada fenomena lahan berkurang,” katanya.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks