Pencarian

Investasi Singapura di Batam Tembus Rp10,89 Triliun pada Semester I 2026, Dominasi Sektor Manufaktur Teknologi Tinggi

Kamis, 23 Juli 2026 • 16:05:32 WIB
Investasi Singapura di Batam Tembus Rp10,89 Triliun pada Semester I 2026, Dominasi Sektor Manufaktur Teknologi Tinggi
Investasi Singapura di Batam mencapai Rp10,89 triliun pada semester I 2026, didominasi sektor manufaktur teknologi tinggi.

BATAM — Dominasi investasi Singapura di Batam kian menguat. Kepala DPMPTSP Kota Batam Reza Khadafy menyebutkan, Negeri Singa masih menjadi negara asal investasi terbesar di kota industri tersebut pada paruh pertama 2026.

“Singapura tercatat sebagai negara asal investasi terbesar di Kota Batam dengan realisasi investasi mencapai Rp10,89 triliun atau berkontribusi sekitar 36,44 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp29,89 triliun,” kata Reza di Batam, Kamis.

Sektor Manufaktur Teknologi Tinggi Jadi Motor Utama

DPMPTSP Batam merinci, sektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam menjadi penyumbang terbesar. Nilainya mencapai Rp6,87 triliun atau sekitar 22,98 persen dari total realisasi investasi.

“Kondisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur berteknologi tinggi masih menjadi penggerak utama pertumbuhan investasi di Batam,” ujar Reza.

Kontribusi ke Target Provinsi Capai 45 Persen

Capaian investasi Batam juga signifikan terhadap target Provinsi Kepulauan Riau yang sebesar Rp66,36 triliun. Realisasi investasi dari Batam telah menyumbang 45,05 persen dari target tersebut.

Reza menjelaskan, tingginya minat investor Singapura didukung oleh kedekatan geografis, konektivitas pelabuhan dan bandara yang baik, serta iklim investasi Batam yang dinilai kondusif. “Selain faktor lokasi yang strategis di jalur perdagangan internasional, Batam juga memiliki kawasan industri yang terus berkembang,” katanya.

Persaingan Ketat, Pemkot Fokus pada Kepastian Hukum dan SDM

Meski mencatatkan kinerja positif, DPMPTSP Batam mengakui persaingan menarik investasi semakin ketat. Reza menyebut, investor kini tidak hanya melihat insentif, tetapi juga kepastian hukum, kecepatan pelayanan, kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, dan kualitas sumber daya manusia.

“Karena itu, kami terus memperkuat pelayanan perizinan dan meningkatkan koordinasi antarinstansi untuk menjaga daya saing Batam sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia,” pungkas Reza.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks