NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) mencatat total bibit yang tengah dibudidayakan di lokasi mencapai 45.000 batang. Angka ini melampaui alokasi awal yang diberikan untuk tahun ini. Program pembibitan tersebut digarap oleh pihak ketiga dan sepenuhnya didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.
Bibit Disalurkan ke Enam Kecamatan, Penanaman Akhir Tahun
Kepala DKPP Natuna, Wan Syazali, mengatakan bantuan bibit kelapa ini akan didistribusikan kepada petani yang lahannya telah siap tanam. Proses penanaman dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini. Lahan yang digunakan merupakan lahan milik petani secara perorangan.
"Kita mengusulkan untuk 2.000 hektare di 2026. Semoga ini berkelanjutan untuk 2027," ujar Wan Syazali di Natuna, Rabu.
Alokasi 2026: Uji Coba Sebelum Ekspansi Besar
Pemerintah daerah menilai kebijakan alokasi pada tahun 2026 ini merupakan langkah tepat untuk mengukur efektivitas program. DKPP Natuna mencatat jumlah bibit yang dikucurkan saat ini masih jauh dari total usulan yang diajukan pada tahun sebelumnya.
"Kalau kita menilai, kebijakan alokasi pada 2026 ini sudah tepat untuk melihat sejauh mana programnya berhasil. Kalau hasilnya baik, semoga pada 2027 akan ada tambahan alokasi," kata Wan Syazali.
Usulan Tambahan untuk 1.600 Hektare pada 2027
Sebagai persiapan, DKPP Natuna telah mengajukan usulan bantuan bibit kelapa untuk lahan seluas 1.600 hektare pada tahun anggaran 2027. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi keberlanjutan program serupa dari pemerintah pusat. Wakil Bupati Natuna Jarmin memastikan pihaknya sangat mendukung program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di wilayah kepulauan tersebut.
"Semoga program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi para petani serta mendukung pengembangan perkebunan kelapa di Natuna," ujar Jarmin.