Pencarian

Mitsubishi Pilih Hybrid untuk Pasar Indonesia, Bukan Mobil Listrik Murni — Ini Alasannya

Jumat, 17 Juli 2026 • 09:34:01 WIB
Mitsubishi Pilih Hybrid untuk Pasar Indonesia, Bukan Mobil Listrik Murni — Ini Alasannya
Presiden Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita menyampaikan strategi elektrifikasi Mitsubishi yang berfokus pada kendaraan hybrid untuk pasar ASEAN.

KEPULAUAN RIAU — Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Atsushi Kurita menjelaskan, strategi elektrifikasi Mitsubishi tidak disamaratakan di seluruh dunia. Di Eropa, Mitsubishi memang menghadirkan mobil listrik murni lewat kerja sama aliansi global. Namun, untuk ASEAN, pendekatannya berbeda.

"Mitsubishi Motors telah mengumumkan mid-term business plan sekitar satu bulan lalu. Filosofi dari rencana jangka menengah tersebut adalah memperkuat lini produk di kawasan ASEAN, khususnya segmen SUV," ujar Kurita di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Karakteristik Pasar ASEAN yang Berbeda

Menurut Kurita, keputusan untuk tidak memburu segmen BEV di Indonesia bukan tanpa alasan. Mitsubishi menilai karakteristik pasar di ASEAN masih memiliki kebutuhan yang berbeda dengan negara maju. Teknologi hybrid dinilai sebagai solusi paling relevan untuk menjembatani konsumen yang ingin efisiensi bahan bakar tanpa harus bergantung pada infrastruktur pengisian daya yang belum merata.

"Dengan kondisi tersebut, secara global Mitsubishi Motors menilai produk yang paling sesuai untuk pasar ASEAN saat ini adalah kendaraan hybrid (HEV) dan internal combustion engine (ICE) atau bermesin pembakaran internal," kata Kurita.

Bukan Cuma Indonesia, Thailand dan Filipina Juga

Strategi penguatan produk hybrid ini tidak hanya berlaku di Indonesia. Mitsubishi menerapkan pendekatan serupa di Thailand dan Filipina sebagai bagian dari penguatan pasar ASEAN secara keseluruhan. Artinya, keputusan untuk tidak memaksakan mobil listrik murni merupakan langkah regional yang terukur.

"Karena itu, solusi yang ditawarkan kepada konsumen di Indonesia, dan ASEAN pada umumnya, saat ini adalah kendaraan hybrid dan ICE (konvensional)," ujarnya.

Langkah ini menegaskan bahwa Mitsubishi memilih bermain aman dengan teknologi hybrid yang sudah terbukti, ketimbang langsung melompat ke kendaraan listrik murni yang masih menghadapi tantangan infrastruktur dan harga di dalam negeri. Kehadiran XForce HEV menjadi bukti awal komitmen tersebut.

Bagikan
Sumber: otomotif.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks