KEPULAUAN RIAU — Regulator China kembali menunjukkan taringnya di industri otomotif. Setelah sukses memaksa pabrikan meninggalkan tren gagang pintu tersembunyi (flush handle) yang dinilai tidak praktis dan berbahaya dalam situasi darurat, kini giliran Tesla yang harus menyesuaikan diri. Pekan ini, pabrikan asal Amerika Serikat itu secara diam-diam mengganti nama sistem bantuan pengemudinya di situs resmi mereka untuk pasar China daratan.
Mengapa Tesla Akhirnya Mengganti Nama FSD?
Sejak sebulan lalu, Tesla di China sudah mulai menghilangkan istilah 'FSD' dari nama sistemnya, menggantinya dengan 'FSD Intelligent Assisted Driving'. Kini, nama tersebut berubah lagi menjadi '???????' yang jika diterjemahkan secara harfiah berarti 'Tesla Assisted Driving'. Perubahan ini menghilangkan kata 'Intelligent' yang dianggap masih terlalu ambisius.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Di bawah standar klasifikasi internasional, sistem Tesla saat ini masih berada di Level 2, sama seperti sistem ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems) pada mobil-mobil produksi massal lainnya. Artinya, mobil memang bisa membantu kemudi dan akselerasi, tapi tanggung jawab dan pengawasan penuh tetap ada di tangan pengemudi. Klaim 'Full Self-Driving' selama ini dianggap menyesatkan dan membahayakan keselamatan publik.
Apa Beda Regulasi China dengan California?
Menariknya, tekanan terhadap Tesla soal nama FSD sebenarnya sudah terjadi di Amerika Serikat. Di California, Tesla sebelumnya dipaksa menambahkan kata '(Supervised)' atau 'Diawasi' di belakang nama FSD untuk digunakan dalam materi pemasaran. Namun, regulator China terbukti lebih tegas. Mereka tidak hanya puas dengan tambahan kata pengawas, melainkan mendorong perubahan nama yang lebih jujur secara fundamental. Langkah ini juga sejalan dengan regulasi ketat China yang baru-baru ini mengatur ulang standar desensi gagang pintu mobil.
Hong Kong Masih Gunakan Nama Lama, Ada Apa?
Meski pasar China daratan sudah berubah, situasi berbeda terjadi di Hong Kong. Sebagai Wilayah Administratif Khusus, Hong Kong memiliki otonomi dalam urusan lalu lintas dan regulasi kendaraan. Di situs resmi Tesla Hong Kong berbahasa Inggris, sistem itu masih dijual dengan nama 'Full Self-Driving'. Sementara di versi bahasa Mandarinnya, sistem tersebut diterjemahkan sebagai 'fungsi mengemudi otomatis penuh'. Perbedaan ini menunjukkan bahwa tekanan regulasi di China daratan menjadi faktor utama di balik perubahan nama tersebut.
Sistemnya Sudah Diluncurkan, Lalu Ditarik Kembali?
Kebingungan soal nomenklatur ini diperparah dengan status peluncuran FSD di China yang tidak konsisten. Tesla diketahui sudah meluncurkan sistem tersebut di China, namun kemudian menarik kembali peluncurannya sebelum sempat beroperasi penuh. Hal ini membuat status sistem bantuan berkendara Tesla di China menjadi abu-abu, baik dari segi kemampuan teknis maupun nama resmi yang digunakan.
Apakah Nama Baru Ini Akan Bertahan?
Belum ada kepastian. Sepanjang sejarah, CEO Tesla kerap berjanji bahwa kemampuan otonom penuh akan tiba 'pada akhir tahun depan'—sebuah janji yang sudah diulang selama hampir satu dekade. Selama janji itu belum terwujud, nama 'Tesla Assisted Driving' mungkin menjadi pilihan yang lebih realistis. Namun, jika teknologi otonom Level 5 benar-benar terealisasi, bukan tidak mungkin nama 'FSD' akan kembali dipakai. Untuk saat ini, konsumen China setidaknya mendapatkan nama yang lebih jujur tentang apa yang mereka beli.