Danantara Pastikan Alih Saham BUMN di KCIC Jalan Terus Usai Suahasil Gantikan Purbaya

Penulis: Bastian Sihombing  •  Selasa, 15 September 2026 | 09:06:31 WIB
Menteri Investasi Rosan Roeslani berbicara kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/9).

KEPULAUAN RIAU — Rosan mengaku sudah berbicara dengan Suahasil Nazara, yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Keduanya dijadwalkan bertemu Kamis atau Jumat pekan ini untuk membahas sejumlah program yang belum tuntas, baik di Danantara maupun Kementerian Investasi.

Jadwal Serah Terima Saham KCIC

Rosan menyebut timnya tidak menunggu lama dan langsung melanjutkan proses pengalihan. Ia berharap seluruh tahapan bisa selesai dalam pekan ini.

"Ya, ini sih tim langsung tetap bekerja. Mudah-mudahan sih minggu ini bisa beres semua," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/9).

Sebelumnya, Danantara menargetkan pengalihan saham BUMN di KCIC rampung pada September 2026. COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan saham milik BUMN akan dialihkan sepenuhnya kepada salah satu Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu.

Siapa Pemegang Saham KCIC Saat Ini

Struktur kepemilikan KCIC saat ini terbagi dua. Sebanyak 60 persen saham dipegang konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara (Persero).

Sisa 40 persen dikuasai konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Skema pengalihan ini hanya menyentuh porsi milik BUMN, tidak mengubah komposisi kepemilikan China.

Utang Rp 79 Triliun Tidak Ikut ke APBN

Rencana pengalihan ini pertama kali disampaikan Purbaya setelah bertemu Dony pada 5 Agustus lalu. Purbaya menyatakan saham KCIC akan dikelola melalui salah satu SMV Kemenkeu agar tidak menjadi beban langsung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Ia juga memastikan pengalihan saham tidak berarti utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditaksir mencapai Rp 79 triliun ikut berpindah ke APBN. Menurut Purbaya, SMV Kemenkeu punya kemampuan keuangan untuk mengelola aset tersebut tanpa suntikan dana pemerintah.

Suahasil Nazara sendiri bukan nama baru di Kementerian Keuangan. Ia menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan kembali menduduki posisi itu pada pemerintahan Prabowo-Gibran sejak 2024. Pengangkatannya sebagai menkeu berlaku untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Bagi pasar, kelanjutan proses ini menjadi sinyal bahwa restrukturisasi pembiayaan kereta cepat tidak akan tersendat oleh rotasi kabinet. Yang perlu dicermati berikutnya adalah kepastian jadwal serah terima dan SMV mana yang dipilih Kemenkeu untuk menampung saham PSBI di KCIC.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top