TANJUNGPINANG — Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mencatat kenaikan kasus ISPA dari sekitar 3.000 menjadi 3.600 kasus dalam dua pekan terakhir, seiring kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut. Kepala Dinkes Kepri M. Bisri menyebut kondisi udara di provinsi itu sudah masuk kategori tidak sehat, dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) di atas angka 100.
Kenaikan itu membuat Dinkes Kepri menyiagakan layanan kesehatan ekstra di seluruh puskesmas hingga rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan penderita ISPA.
Bisri menyoroti masih banyaknya pertandingan sepak bola yang digelar di area perkampungan saat kabut asap melanda. Menurutnya, olahraga berintensitas tinggi seperti sepak bola membuat seseorang bernapas lebih cepat dan lebih dalam.
"Bermain sepak bola di tengah kabut asap berisiko tinggi terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), karena sepak bola adalah olahraga dengan intensitas tinggi yang membuat seseorang bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Kondisi ini menyiksa paru-paru menyedot partikel berbahaya jauh lebih banyak ke dalam tubuh," kata Bisri, Rabu (16/9/2026).
Karena itu, ia menyarankan warga beralih melakukan olahraga di dalam ruangan sampai kualitas udara membaik dan dinyatakan aman.
Bisri menyebut kondisi udara di Kepri beberapa hari terakhir tercemar kabut asap pekat kiriman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Sumatera hingga Kalimantan.
"Indeks Kualitas Udara (AQI) di Kepri sudah di atas angka 100, artinya masuk dalam kategori tidak sehat. Makanya kita harus waspada, apalagi anak-anak, lansia dan warga mengidap penyakit kronis," ucap Bisri.
Anak-anak, lansia, dan warga yang mengidap penyakit kronis disebut paling berisiko terdampak kabut asap. Dinkes Kepri meminta kelompok tersebut lebih waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala gangguan pernapasan.
Layanan kesehatan ekstra yang disiagakan di puskesmas dan rumah sakit diharapkan menampung lonjakan penderita ISPA selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Kepri. Warga diminta memantau perkembangan kualitas udara sebelum kembali beraktivitas di luar ruangan.