Pencarian

Kasus ISPA di Kepri Tembus 3.230 Hingga Awal September, Dinkes Anjurkan Warga Pakai Masker

Selasa, 08 September 2026 • 09:58:01 WIB
Kasus ISPA di Kepri Tembus 3.230 Hingga Awal September, Dinkes Anjurkan Warga Pakai Masker
Petugas kesehatan memeriksa warga yang mengalami gejala ISPA di puskesmas Tanjungpinang, Senin (8/9/2026).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau mencatat jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mencapai 3.230 kasus hingga awal September 2026. Angka ini meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 3.022 kasus, dipicu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai masuk ke wilayah setempat.

TANJUNGPINANG — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kepri Mochammad Bisri mengimbau masyarakat untuk kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini menyusul kabut asap kiriman dari Pulau Sumatera yang mulai menyelimuti sejumlah daerah di Kepri dan berisiko memicu gangguan pernapasan.

"Ditambah musim kemarau yang memicu polusi debu, juga berpotensi meningkatkan ISPA," kata Bisri di Tanjungpinang, Senin.

Lonjakan Kasus ISPA dalam Sebulan Terakhir

Data Dinkes Kepri menunjukkan tambahan 208 kasus baru dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Pada Agustus 2026, jumlah penderita ISPA tercatat 3.022 kasus, lalu melonjak menjadi 3.230 kasus di awal September.

Bisri menjelaskan, kasus ISPA di Kepri tidak hanya menyerang kelompok usia tertentu. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tercatat sebagai penderita.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Warga

ISPA merupakan infeksi yang mengganggu saluran pernapasan dan umumnya disebabkan oleh virus. Infeksi ini dapat menyerang area hidung, trakea, hingga paru-paru.

"Gejalanya berupa demam, batuk, pilek, hingga sesak napas pada kondisi yang lebih berat," ujar Bisri.

Antisipasi Lonjakan di Fasilitas Kesehatan

Dinkes Kepri bersama Dinkes Kabupaten/Kota meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan. Langkah ini mencakup memastikan ketersediaan obat dan sarana pemeriksaan untuk mengantisipasi lonjakan pasien ISPA.

Selain itu, pemantauan kualitas udara terus dilakukan. Dinkes juga mengendalikan sumber polusi seperti pembakaran sampah untuk menekan penyebaran penyakit ini.

Edukasi PHBS Digencarkan di Tempat Umum

Untuk menekan angka kasus, Dinkes Kepri bersama pemangku kepentingan rutin memberikan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta etika batuk dan bersin di tempat umum. Kegiatan ini menyasar lingkungan satuan pendidikan, tempat kerja, hingga fasilitas umum.

"Dinkes ikut melakukan pemantauan kualitas udara serta pengendalian sumber polusi seperti pembakaran sampah untuk mencegah ISPA," demikian Bisri.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks