Pemprov Kepri Proyeksikan Pendapatan Daerah Naik Rp82,19 Miliar di APBD Perubahan 2026

Penulis: Binsar Gultom  •  Sabtu, 19 September 2026 | 10:38:31 WIB

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memproyeksikan pendapatan daerah naik Rp82,19 miliar atau 2,48 persen pada APBD Perubahan 2026, dari Rp3,312 triliun menjadi Rp3,394 triliun. Kenaikan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri di Kota Tanjungpinang, yang membahas Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD 2026. Pemerintah daerah juga mencatat pergeseran komposisi sumber pendapatan, terutama koreksi turun bea balik nama kendaraan bermotor.

TANJUNGPINANG — Sekretaris Daerah Kepri Misni merinci kenaikan pendapatan daerah itu berasal dari Pendapatan Asli Daerah Rp40,48 miliar, pendapatan transfer Rp37,16 miliar yang terutama dari Dana Bagi Hasil, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp4,55 miliar.

"Namun demikian, pemerintah daerah juga mencatat adanya perubahan komposisi sumber pendapatan," kata Misni dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Kepri, Kota Tanjungpinang.

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Terkoreksi Rp74,83 Miliar

Pajak kendaraan bermotor dan opsen pajak mineral bukan logam dan batuan mencatat peningkatan. Sebaliknya, bea balik nama kendaraan bermotor terkoreksi turun Rp74,83 miliar.

Penurunan itu berkaitan dengan tren daya beli masyarakat terhadap kendaraan. Pemprov Kepri menyiapkan sejumlah langkah untuk menutup celah tersebut.

"Kemudian, penguatan sistem pembayaran elektronik, peningkatan pengawasan dan kepatuhan, optimalisasi pemanfaatan barang milik daerah, penguatan tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD), serta koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mengamankan hak daerah atas DBH," ungkap Misni.

Belanja Daerah Naik Rp81,31 Miliar, Ini yang Ditampung

Dari sisi belanja, Pemprov Kepri memproyeksikan kenaikan Rp81,31 miliar atau 2,29 persen, dari Rp3,544 triliun menjadi Rp3,625 triliun. Tambahan belanja diarahkan memenuhi kewajiban daerah sekaligus mendukung prioritas pembangunan.

Prioritas itu mencakup pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, perluasan akses pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi. Beberapa kebutuhan yang ditampung dalam perubahan anggaran:

  • Penyelesaian tunda bayar 2025
  • Tambahan penghasilan dan THR ASN
  • Pembayaran utang iuran BPJS dan tunjangan guru
  • Iuran JKN bagi Pekerja Bukan Penerima Upah dan Penerima Bantuan Iuran
  • Penanganan darurat jalan di Pulau Bintan
  • Rehabilitasi Pelabuhan VIP Punggur
  • Insentif penugasan guru Non-ASN

"Pelaksanaan kebijakan belanja akan tetap mempertimbangkan capaian realisasi pendapatan daerah untuk mencegah munculnya tunda bayar," ucap Misni.

Bagi Hasil ke Kabupaten/Kota Ditambah Rp20,27 Miliar

Pemprov Kepri merespons pandangan fraksi DPRD soal pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi. Tambahan belanja infrastruktur diarahkan pada pekerjaan yang tersebar di kabupaten/kota.

Belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota ditambah Rp20,27 miliar. Tambahan itu diharapkan memperkuat kemampuan fiskal pemerintah kabupaten/kota, khususnya untuk pembangunan pulau-pulau terluar dan kawasan hinterland.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top