Gubernur Kepri Ansar Ahmad Jamu Makan Malam PWI Kepri di Senandung Cafe Pulau Penyengat

Penulis: Topan Lubis  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:31:02 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menghadiri jamuan makan malam bersama PWI Kepri di Senandung Cafe, Pulau Penyengat.

TANJUNGPINANG — Jamuan makan malam itu digelar di Senandung Cafe, kawasan Pulau Penyengat, sebagai penutup rangkaian Ekspedisi Eksplorasi Penyengat PWI Kepri 2026. Gubernur Ansar Ahmad datang bersama Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan dan Kepala Dinas Kominfo Kepri Hendri Kurniadi.

Suasana cair. Rombongan wartawan yang baru selesai menyusuri situs-situs bersejarah pulau itu duduk semeja dengan kepala daerah dan dua kepala dinas. Obrolan bergulir dari soal warisan Kesultanan Riau-Lingga sampai potensi wisata yang belum tergarap.

Silaturahmi Pemprov dan Insan Pers di Pulau Bersejarah

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menyebut jamuan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kerja jurnalistik di lapangan. Ia mewakili seluruh peserta ekspedisi yang hadir malam itu.

"Alhamdulillah, mewakili seluruh teman-teman yang hadir di Pulau Penyengat ini, saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepri atas jamuan yang telah diberikan ini," ujar pria yang akrab disapa Cak Iban seusai kegiatan.

Cak Iban berharap hubungan baik antara Pemprov Kepri dan insan pers terus terpelihara. Menurutnya, pers punya posisi strategis untuk menyebarkan informasi soal kekayaan sejarah dan budaya daerah, sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kepri ke masyarakat luas.

Penyengat Jadi Fokus Penelusuran Sejarah Melayu

Ekspedisi Eksplorasi Penyengat PWI Kepri 2026 menempatkan pulau kecil di Kota Tanjungpinang itu sebagai pusat penelusuran. Penyengat dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Melayu di kawasan ini.

Pada masa Kesultanan Riau-Lingga, pulau tersebut berkembang menjadi simpul pemerintahan, pertahanan, keagamaan, dan intelektual Melayu. Dari situ pula tradisi keilmuan Islam dan kesusastraan Melayu tumbuh.

Peran Penyengat juga melekat dalam sejarah bahasa Melayu yang menjadi dasar bahasa Indonesia. Warisan pemikiran para cendekiawannya, termasuk karya Raja Ali Haji, menempatkan pulau ini sebagai kawasan bersejarah yang berkontribusi besar bagi perkembangan bahasa dan sastra Melayu di Nusantara.

Potensi Wisata Sejarah yang Belum Sepenuhnya Tergarap

Kekayaan sejarah dan budaya itu dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan wisata sejarah dan budaya di Kepri. Masalahnya, dokumentasi dan publikasi warisan Pulau Penyengat belum berjalan maksimal.

Upaya mendokumentasikan dan mempublikasikan situs-situs di pulau tersebut diharapkan menumbuhkan perhatian masyarakat terhadap pelestarian cagar budaya. Sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman sejarah dan budaya, bukan sekadar pantai.

Bagi Pemprov Kepri, jamuan malam itu menjadi jalan membangun kedekatan dengan wartawan yang sehari-hari memberitakan daerah. Bagi PWI Kepri, ekspedisi ini menjadi bekal liputan soal warisan Melayu yang selama ini jarang masuk pemberitaan arus utama.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: j5newsroom.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top