Pencarian

Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Pengganti Darmawan Prasodjo

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 09:07:31 WIB
Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Pengganti Darmawan Prasodjo
Suroso Isnandar resmi menjabat Direktur Utama PT PLN (Persero) setelah RUPSLB menetapkan pergantian Darmawan Prasodjo.

KEPULAUAN RIAU — Suroso Isnandar resmi menjabat Direktur Utama PT PLN (Persero) setelah RUPSLB pada Rabu (14/10) menetapkan pergantian Darmawan Prasodjo. Mantan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan itu kini memikul tugas menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat transisi energi.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (14/10) menetapkan Suroso Isnandar sebagai orang nomor satu di PLN. Posisi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan yang sebelumnya ia duduki untuk sementara masih melekat di pundaknya sampai pengganti definitif ditetapkan.

Komisaris Independen PLN Andi Arief mengonfirmasi pergantian tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas pengabdian Darmawan Prasodjo selama memimpin perusahaan setrum negara itu.

"Suroso menggantikan Darmawan Prasodjo dan untuk sementara masih merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan sampai penggantinya ditetapkan," kata Andi.

Rekam Jejak dari Pembangkitan hingga Transformasi Digital

Pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971, itu bukan sosok baru di lingkungan PLN. Kariernya dibangun dari bawah, mulai dari pengelolaan pembangkit, penyaluran tenaga listrik, hingga pengaturan sistem kelistrikan.

Pada 2019–2021, Suroso menjabat General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Setelah itu ia memimpin Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali pada 2021–2022.

Perannya melebar ke ranah teknologi. Pada 2022–2023, ia dipercaya sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi di Direktorat Utama PLN. Sebelum menduduki kursi direktur utama, ia ditetapkan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan lewat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-159/MBU/06/2025 pada 18 Juni 2025.

Bekal Akademik Bidang Kelistrikan

Suroso menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang Power System Engineering dan lulus pada 1994. Ia melanjutkan studi magister di University of Abertay, Skotlandia, pada bidang Power System Engineering and Management dan meraih Master of Science pada 1999.

Gelar doktor di bidang Teknik Elektro dari ITB diraihnya pada 2025. Kombinasi latar akademik dan pengalaman lapangan itu menjadi modal teknisnya dalam menangani persoalan sistem ketenagalistrikan.

Agenda 100 GW Panel Surya Menanti

Tugas terdekat Suroso bukan perkara ringan. Ia harus menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih.

Pemerintah menaruh perhatian besar pada percepatan energi surya. Dalam pertemuan di Istana Merdeka pada 14 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat membahas transformasi PLN dan percepatan penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Pembahasan itu diarahkan agar PLN lebih efisien, produktif, dan responsif menjalankan perannya di sektor ketenagalistrikan. Bagi pelanggan rumah tangga dan industri, arah kebijakan ini akan menentukan kecepatan penambahan kapasitas pembangkit hijau di dalam negeri.

Dengan rekam jejak di bidang pembangkitan, pengaturan sistem tenaga listrik, teknologi informasi, dan energi baru terbarukan, Suroso memegang tanggung jawab melanjutkan transformasi PLN. Arah pengembangan perusahaan, termasuk menjaga layanan listrik dan mendukung agenda transisi energi nasional, akan ditentukan oleh kepemimpinannya.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks