KEPULAUAN RIAU — Rentang harga Toyota Fortuner bekas per Oktober 2026 membentang lebar dari Rp 135 juta hingga Rp 645 juta, ditentukan tahun produksi, pilihan mesin, dan penggerak roda. Selisih antar-generasi membuat pembeli perlu jeli memilih: unit 2021 dan 2022 hanya terpaut Rp 10 juta di harga tengah, padahal mesinnya berbeda jauh. Data dihimpun dari iklan aktif marketplace online serta laman resmi Toyota-Astra Motor.
Peta harga Fortuner bekas tahun ini menunjukkan pola yang tidak linear. Unit produksi 2016 sampai 2020 rata-rata dilepas Rp 290 juta hingga Rp 400 juta, sementara unit 2022 sampai 2024 menempati rentang Rp 405 juta sampai Rp 550 juta. Angka tersebut dirangkum dari iklan yang masih tayang di marketplace online per Oktober 2026.
Toyota-Astra Motor pertama kali membawa Fortuner generasi kedua ke pasar Indonesia pada awal 2016. Saat itu tersedia mesin bensin 2.7 liter dan diesel 2.4 liter. Pembaruan besar diumumkan pada Kamis (15/10/2020), kemudian facelift terakhir meluncur 6 September 2024, seperti dikutip Otosia, Selasa (14/4/2026).
Rentang produksi yang panjang itu menjelaskan mengapa harga bekasnya melebar drastis. Ada unit generasi pertama berusia lebih dari sepuluh tahun, ada pula unit 2025 dan 2026 yang kondisinya masih sangat segar.
Laman resmi Toyota-Astra Motor mencantumkan label OTR DKI Jakarta, Bekasi, dan Banten per 01 Juli 2026. Harga jual final tetap ditentukan masing-masing dealer. Keterangan di situs itu, dibaca 20 Oktober 2026, menyebut tanda Spot Order berarti unit dipesan dengan inden minimum tiga bulan.
Fortuner 2.8 VRZ 4x2 A/T Non RSE baru dijual Rp 647,1 juta. Angka ini penting sebagai pembanding, bukan sebagai patokan penyusutan dari harga beli.
Iklan aktif menunjukkan Fortuner 2.4 diesel mendominasi tahun 2016 sampai 2021. Mulai 2022, mayoritas unit sudah memakai mesin 2.8 diesel. Unit 2015 ke bawah masih generasi pertama.
Lonjakan paling tajam terjadi setelah 2022. Pembeli yang mengincar mesin 2.8 diesel sebaiknya bergeser langsung ke tahun tersebut, karena selisih Rp 10 juta dari unit 2021 tidak sebanding dengan perbedaan tenaga yang didapat.
Harga tengah Fortuner 2025 bekas, yaitu Rp 570 juta, masih berada di bawah Fortuner G baru yang dibanderol mulai Rp 584,5 juta. Artinya, unit setahun pemakaian hanya sekitar Rp 77,1 juta lebih murah dari Fortuner 2.8 VRZ 4x2 baru.
Selisih sebesar itu layak dipertimbangkan. Pembeli perlu membandingkan langsung dengan penawaran dealer resmi, termasuk program diskon dan bunga, sebelum memutuskan jalur bekas.
Daftar harga resmi Toyota-Astra Motor per 01 Juli 2026 menempatkan Fortuner di atas Rush dan Yaris Cross, tetapi masih jauh di bawah Land Cruiser. Harga baru Fortuner sendiri bergerak dari Rp 584,5 juta untuk 2.4 G 4x2 M/T hingga Rp 794,6 juta untuk 2.8 GR Sport TSS 4x4 A/T Two Tone.
Menurut situs resmi Toyota-Astra Motor, Fortuner 2.4 diesel menghasilkan 149,6 PS dengan torsi 400 Nm. Versi 2.8 diesel menawarkan 203,9 PS dan torsi 500 Nm. Keduanya memakai transmisi otomatis 6 percepatan.
Versi terbaru juga membawa tangki 80 liter dan pilihan penggerak empat roda. Kombinasi itu relevan bagi keluarga yang rutin menempuh jarak jauh dan medan beragam.
Fortuner bekas masuk akal bagi pembeli yang butuh SUV ladder frame dengan torsi besar untuk perjalanan jauh dan medan campuran, terutama versi 2.8 diesel 4x4. Anggaran Rp 400 juta sampai Rp 500 juta membuka opsi unit 2022 ke atas yang sudah memakai mesin baru.
Sebaliknya, pembeli yang dominan memakai mobil di dalam kota sebaiknya menghitung ulang. Selisih tipis dengan unit baru, konsumsi solar diesel, dan biaya perawatan sistem bahan bakar membuat opsi baru atau SUV monokok bisa lebih rasional.