TANJUNGPINANG — Sebanyak 1.589 petugas Sensus Ekonomi 2026 yang diterjunkan BPS Kepri akan menyisir tujuh daerah, dengan konsentrasi terbesar di Kota Batam yang mencapai 852 orang. Kota Tanjungpinang menjadi lokasi dengan jumlah petugas terbanyak kedua, yakni 151 orang, disusul Kabupaten Karimun dengan 209 orang, dan Kabupaten Bintan 137 orang.
Kabupaten Natuna mendapat alokasi 95 petugas, Kabupaten Lingga 92 orang, sementara Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi daerah dengan jumlah petugas paling sedikit, yaitu 53 orang. Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama, mengonfirmasi bahwa seluruh petugas telah melalui seleksi ketat mulai dari administrasi, tes kompetensi, hingga pembekalan teknis sebelum turun ke lapangan.
Petugas Wajib Berseragam Lengkap dan Bersurat Tugas
Resa menegaskan bahwa setiap petugas yang akan mendatangi rumah atau tempat usaha warga telah dilengkapi atribut resmi. "Petugas Sensus Ekonomi akan menggunakan atribut berupa rompi, tanda pengenal, serta surat tugas," katanya di Tanjungpinang, Kamis. Ia mengimbau masyarakat agar menerima kedatangan petugas dan memberikan data yang jujur.
Sasaran SE tahun ini meliputi seluruh unit usaha dan keluarga di Kepri, dari skala besar, menengah, kecil, hingga usaha mikro atau rumah tangga. Data yang terkumpul nantinya menjadi dasar bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
Data Sensus Jadi Acuan Kebijakan di Tengah Tekanan Fiskal
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menyebut hasil SE 2026 bukan sekadar kumpulan angka statistik. Menurutnya, data tersebut akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah saat ini.
"Data yang dikumpulkan bukan sekadar angka statistik, tapi akan menjadi landasan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan program pembangunan. Hasilnya tidak hanya digunakan oleh BPS, tetapi juga menjadi rujukan bagi pemerintah pusat maupun daerah," ujar Zulhidayat.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah perlu mengetahui sektor mana yang berkembang dan kelompok masyarakat mana yang membutuhkan perhatian prioritas. "Semua itu hanya bisa dilakukan jika didukung data yang valid dan berkualitas," tegasnya.
Integritas dan Komunikasi Jadi Kunci Keberhasilan Pendataan
Zulhidayat juga mengingatkan petugas sensus untuk menjaga integritas dan profesionalisme selama bertugas. Ia menekankan bahwa kualitas data yang dikumpulkan harus benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan, karena akan menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan.
Selain penguasaan teknis, kemampuan komunikasi dinilai tak kalah penting. "Petugas sensus membawa nama BPS dan negara. Karena itu, harus ramah, santun, dan mampu menciptakan suasana yang nyaman saat berinteraksi dengan masyarakat," pesan Zulhidayat kepada seluruh petugas yang akan bertugas mulai pertengahan tahun depan.