TANJUNGPINANG — Perekonomian Kepri tumbuh signifikan pada awal tahun ini. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan 7,04 persen secara year on year (yoy) menempatkan provinsi ini di posisi kelima nasional, di bawah Maluku Utara (19,64 persen), Nusa Tenggara Barat (13,64 persen), Sulawesi Tengah (8,32 persen), dan Gorontalo (7,68 persen).
Anambas dan Natuna Tumbuh Dua Digit, Tanjungpinang Tertinggal
Di tingkat kabupaten dan kota, sebagian besar wilayah Kepri mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Kepulauan Anambas menjadi yang tertinggi dengan 18,80 persen, diikuti Natuna sebesar 15,37 persen. Kabupaten Bintan tumbuh 6,34 persen, Karimun 6,14 persen, dan Kota Batam 5,78 persen.
Sementara itu, Kota Tanjungpinang hanya tumbuh 5,23 persen dan Kabupaten Lingga 4,48 persen—keduanya masih di bawah rata-rata nasional. Perbedaan ini, menurut BPS, mencerminkan karakter ekonomi yang sangat beragam di setiap daerah.
Batam Bertumpu pada Industri, Tanjungpinang pada Kedai Kopi
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, setiap wilayah memiliki sumber pertumbuhan yang berbeda. Di Tanjungpinang, aktivitas ekonomi didominasi sektor usaha makanan dan minuman, terutama kedai kopi, yang tumbuh bersama sektor perdagangan dan jasa.
“Secara umum, seluruh wilayah Kepri memiliki beragam aktivitas dan potensi ekonomi yang luar biasa,” ujar Amalia.
Berbeda dengan Tanjungpinang, Kota Batam bertumpu pada kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan industri, pertokoan, dan pusat perbelanjaan. Struktur ini menjadikan Batam sebagai motor pertumbuhan ekonomi Kepri sekaligus pusat industri nasional.
Pariwisata hingga Migas Jadi Andalan di Anambas dan Natuna
Kabupaten Bintan mengandalkan sektor pariwisata dan industri, dengan kawasan Pantai Trikora dan Lagoi sebagai destinasi utama, serta KEK Galang Batang dan kawasan industri Lobam sebagai basis manufaktur. Di Kepulauan Anambas, pariwisata bahari berkembang melalui destinasi Pulau Bawah yang kerap dijuluki Maldives Indonesia, ditambah Matak Base sebagai pusat kegiatan minyak dan gas.
Kabupaten Natuna mengkombinasikan sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian. Geopark Natuna menjadi destinasi unggulan mancanegara, sementara perikanan dan pertanian masih menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di berbagai pulau.
Sensus Ekonomi 2026: Memetakan Potensi untuk 10 Tahun ke Depan
Keragaman aktivitas ekonomi ini menjadi fokus pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Petugas BPS akan mendata unit usaha dan aktivitas ekonomi rumah tangga di seluruh wilayah Kepri untuk memperoleh gambaran mutakhir struktur ekonomi daerah.
“Melalui Sensus Ekonomi, kita ingin menghadirkan data potensi ekonomi Kepri terkini sebagai acuan pemerintah merumuskan pembangunan ekonomi sepuluh tahun ke depan,” ujar Amalia.
BPS berharap pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat mendukung pelaksanaan sensus agar data yang terkumpul lengkap dan akurat. Data ini nantinya akan menjadi basis perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang lebih terarah.