KEPULAUAN RIAU — Selama ini, rumor beredar bahwa Apple akan meluncurkan MacBook Ultra sebagai laptop paling premium dengan sejumlah fitur pembeda: layar OLED, layar sentuh, Dynamic Island, serta bodi yang lebih ringan dan tipis. Model ini diposisikan di atas MacBook Pro yang selama ini menjadi lini termahal di jajaran Mac.
Tapi laporan terbaru dari Bloomberg mengungkap skenario berbeda. Apple dikabarkan tengah menggarap MacBook Pro entry-level dengan kode K104 yang akan rilis pada paruh pertama 2026. Yang menarik, laptop 14 inci ini akan mengusung desain "in line" alias selaras dengan apa yang disiapkan untuk MacBook Ultra.
Desain Tipis Bukan Lagi Eksklusif MacBook Ultra
Kabar ini mengejutkan karena Apple biasanya menjaga jarak desain antar lini. Jika MacBook Ultra benar-benar lebih tipis dan ringan, masuk akal bila Apple ingin mempertahankan keunggulan itu sebagai daya tarik eksklusif. Namun, keputusan membawa desain serupa ke MacBook Pro entry-level dalam waktu berdekatan terbilang tak biasa.
Di sisi lain, langkah ini masuk akal dari sisi persaingan. Produsen laptop lain sudah banyak yang merilis model ramping di kelas harga yang sama dengan MacBook Pro entry-level. Apple tentu tak ingin disebut ketinggalan zaman dengan bodi MacBook Pro yang lebih tebal.
Bukan Sekadar Upgrade Desain, Tapi Strategi Pasar
Ada dua alasan kenapa Apple nekat menyamakan desain MacBook Pro dengan Ultra dalam waktu cepat. Pertama, Apple sadar tak semua pengguna Mac tertarik dengan layar sentuh atau panel OLED yang jadi andalan MacBook Ultra. Dengan memberi desain baru di MacBook Pro, Apple tetap bisa mendorong pengguna lama untuk upgrade tanpa harus membeli model termahal.
Kedua, laporan Bloomberg tidak menyebut secara gamblang bahwa desain MacBook Pro akan identik dengan Ultra. Frasa "in line" bisa diartikan sebagai pendekatan desain yang serupa, bukan kloning persis. Bisa jadi MacBook Pro baru akan tampil lebih ramping dari model saat ini, tapi tidak seekstrem MacBook Ultra.
Benarkah Akan Terjadi? Masih Perlu Verifikasi
Bloomberg memang punya track record cukup baik dalam membocorkan produk Apple, tapi laporan ini tetap perlu diverifikasi. Yang jelas, skenario ini masuk akal secara bisnis: Apple ingin menjaga MacBook Ultra tetap eksklusif lewat fitur layar sentuh dan OLED, sementara MacBook Pro tetap segar secara desain tanpa harus mengorbankan posisinya sebagai laptop premium.
Bagi pengguna MacBook Pro lawas yang selama ini menahan upgrade karena menunggu desain baru, tahun 2026 bisa jadi momen yang tepat. Tapi bagi yang sudah memiliki MacBook Pro generasi terbaru, desain tipis ini mungkin belum cukup jadi alasan untuk ganti unit.
Kita tunggu perkembangan selanjutnya. Yang pasti, peta jalan laptop Apple mulai tahun depan bakal lebih kompleks dari sekadar Air vs Pro vs Ultra.