BATAM — OJK Kepri tidak lagi hanya mengandalkan modul standar dalam mengedukasi masyarakat soal keuangan. Kini, setiap program literasi yang dijalankan diupayakan selaras dengan budaya Melayu yang menjadi akar budaya masyarakat setempat.
Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen OJK Kepri Muhammad Lutfi mengatakan, pendekatan ini dilakukan agar pesan tentang pengelolaan keuangan lebih membumi. “Di Kepri kita sama-sama tahu bahwa budaya Melayu merupakan akar budaya masyarakat. Karena itu, program-program literasi keuangan juga kami integrasikan dengan kearifan lokal yang ada,” katanya di Batam, Senin.
Gurindam Dua Belas Jadi Pegangan Literasi Keuangan
Salah satu bentuk integrasi itu diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers yang digelar bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepri. Tema yang diangkat adalah konsep keuangan dalam pemikiran Raja Ali Haji.
Menurut Lutfi, meski Gurindam Dua Belas tidak secara langsung membahas soal rekening atau kredit, nilai-nilai di dalamnya sangat relevan. “Ada nilai mengenai tanggung jawab, kejujuran, keseimbangan, hingga perencanaan masa depan. Nilai-nilai itu selaras dengan konsep pengelolaan keuangan yang baik,” ujarnya.
Ia mencontohkan, nilai-nilai tersebut bisa diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, seperti merencanakan kebutuhan keluarga, mempersiapkan biaya pendidikan anak, hingga bertanggung jawab saat mengajukan pembiayaan atau kredit ke lembaga jasa keuangan. Integritas disebutnya menjadi pondasi penting dalam setiap keputusan finansial.
17 Seri Buku Literasi Diserahkan ke Perpustakaan
Selain pelatihan, OJK Kepri juga menyerahkan 17 seri buku literasi keuangan kepada DPK Provinsi Kepri. Buku-buku ini disusun untuk berbagai segmen masyarakat, mulai dari anak usia sekolah, remaja, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga penyandang disabilitas.
“Buku literasi keuangan ini disusun untuk berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari anak usia sekolah, remaja, ibu rumah tangga, UMKM ataupun disabilitas, ada untuk banyak segmen masyarakat,” kata Lutfi.
Buku-buku tersebut kini dapat diakses di Perpustakaan Yusuf Al-Ahmadi, Kota Tanjungpinang. Pengunjung bisa menggunakan perangkat komputer yang tersedia untuk melacak lokasi buku di koleksi perpustakaan.
OJK Buka Ruang Kolaborasi Gratis untuk Masyarakat
OJK Kepri juga membuka pintu bagi pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga pendidikan yang ingin mengadakan kegiatan edukasi keuangan. Lutfi menegaskan, seluruh layanan edukasi, literasi, pengaduan konsumen, hingga permintaan informasi tidak dipungut biaya.
“Masyarakat yang ingin berkolaborasi atau mengundang OJK sebagai narasumber dapat menghubungi kami. Seluruh layanan edukasi, literasi, pengaduan konsumen, hingga permintaan informasi yang kami berikan tidak dipungut biaya,” katanya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya OJK Kepri meningkatkan literasi keuangan dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan secara aktif.