NATUNA — DKPP Kabupaten Natuna kembali menggelar pengawasan mutu pangan di SPPG yang tengah beroperasi. Hasil terbaru menunjukkan seluruh sampel sayuran, buah, dan daging ayam yang diuji negatif kandungan formalin, boraks, maupun residu pestisida.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Natuna, Akmal Dusty, mengatakan pemeriksaan ini dilakukan rutin setiap bulan untuk memastikan bahan baku aman sebelum diolah menjadi makanan bergizi.
Di SPPG Bunguran Batubi, petugas mengambil tiga sampel PSAT, yakni kacang panjang, cabai merah, dan semangka. Seluruh sampel dinyatakan negatif residu pestisida.
Pengawasan serupa juga menjangkau SPPG Bunguran Utara dengan cakupan lebih luas. Lima jenis PSAT diperiksa, yaitu wortel, kol, kacang panjang, jeruk, dan bawang merah.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan wortel, kol, kacang panjang, dan jeruk negatif residu pestisida. Bawang merah juga negatif kandungan formalin," ucap Akmal saat dikonfirmasi dari Natuna, Rabu.
Selain PSAT, petugas menguji tiga sampel daging ayam untuk mendeteksi kandungan formalin, boraks, serta memastikan daging tidak berasal dari bangkai. Pengujian dilakukan langsung di lokasi SPPG sebelum bahan baku diolah.
Metode yang digunakan adalah uji cepat kimia dengan Rapid Test Kit. Hasilnya, seluruh sampel daging ayam dinyatakan negatif formalin, negatif boraks, dan negatif bangkai.
Akmal menjelaskan kegiatan serupa akan menyasar semua SPPG yang sudah beroperasi di wilayah Kabupaten Natuna. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah menjaga kualitas gizi makanan yang diterima masyarakat.
Pengawasan berkala ini menjadi penting mengingat SPPG merupakan ujung tombak penyediaan makanan bergizi. Dengan pengujian rutin, risiko kontaminasi bahan kimia berbahaya dapat ditekan sejak dari hulu.