Nongsa Digital Park (NDP) Batam resmi meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), sebuah wadah kolaborasi bagi talenta digital muda di Kepulauan Riau. Langkah ini diambil untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital dan menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja kompetitif, bukan sekadar murah.
BATAM — Nongsa Digital Park (NDP) Batam, Kepulauan Riau, resmi meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) pada Rabu (26/8). Wadah ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas gim, animasi, dan digital entrepreneur untuk bertukar gagasan serta mengembangkan solusi bersama.
Peluncuran di Batam ini merupakan bagian dari seremoni nasional yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital secara serentak di 10 kota. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, GSIH dibentuk untuk memastikan potensi digital di berbagai daerah tidak berjalan sendiri-sendiri.
Jawaban atas Kebutuhan Talenta Kompetitif
Direktur Corporate Affairs NDP Peters Vincen menyebut, Batam memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari perkembangan ekonomi digital nasional. Pihaknya berupaya membangun talenta lokal melalui berbagai program, termasuk Infinite Learning dan Apple Academy yang sudah beroperasi di kawasan tersebut.
"Kita usahakan bagaimana membangun talenta di NDP. Kita sudah memiliki Infinite Learning, Apple Academy, game developer juga. Kita harapkan dapat berkolaborasi dengan akademisi dan pemerintah untuk menggerakkan talenta lokal," kata Peters.
Data NDP menunjukkan, sekitar 49 persen tenaga kerja di Kinema Studios, salah satu studio animasi yang berlokasi di NDP, merupakan tenaga kerja lokal. Angka ini diharapkan terus meningkat seiring dengan hadirnya GSIH.
Lebih dari 10 Ribu Lulusan Terserap Industri
Program pengembangan talenta di NDP telah menghasilkan lebih dari 10 ribu lulusan sejak 2019. Dari jumlah tersebut, sekitar 57 persen tercatat telah bekerja di berbagai perusahaan asing, multinasional, maupun perusahaan lokal di Indonesia.
Program Director Infinite Learning Ari Nugrahanto menegaskan, capaian ini membuktikan talenta Indonesia mampu bersaing di level global. "Kita tidak bisa lagi bilang talenta kita cheap labor, tapi competitive labor. Itu yang paling penting," ujarnya.
Dukungan Pemkot Batam untuk Ekosistem Digital
Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak bisa dilakukan secara instan dan memerlukan gerakan serta inisiasi berkelanjutan seperti yang dilakukan NDP.
"Pembangunan SDM tidak cepat dan diperlukan gerakan dan inisiasi seperti NDP ini. Semoga di masa depan bisa semakin memajukan ekonomi digital dan ekosistem digital di Kota Batam agar semakin bertambah dan tumbuh," kata Firmansyah.
Ia menilai kehadiran GSIH dapat menjadi wadah bagi generasi Z di Batam untuk menambah kemampuan sekaligus terhubung dengan ekosistem digital yang telah berkembang di NDP. Ke depan, NDP menargetkan semakin banyak talenta Batam yang berperan di industri digital, baik di tingkat nasional maupun internasional.