Pencarian

Embung Sebayar Disiapkan Pemkab Natuna Jadi Cadangan Air Baku, Kemarau Diprediksi BMKG Berlangsung hingga 2027

Rabu, 26 Agustus 2026 • 11:01:01 WIB
Embung Sebayar Disiapkan Pemkab Natuna Jadi Cadangan Air Baku, Kemarau Diprediksi BMKG Berlangsung hingga 2027
Embung Sebayar disiagakan Pemkab Natuna sebagai cadangan air baku menghadapi kemarau yang diprediksi berlangsung hingga 2027.

NATUNA — Ancaman kekeringan panjang memaksa Pemerintah Kabupaten Natuna mengoptimalkan aset infrastruktur yang ada. Embung Sebayar, yang dibangun bertahap sejak 2022, kini disiagakan sebagai penopang pasokan air bersih masyarakat apabila sumber utama mengalami penurunan debit.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna, Nanang Agus Hidayat, mengatakan seluruh infrastruktur pendukung di embung tersebut telah rampung. Pompa air, mesin pembangkit listrik, jaringan pipa transmisi, hingga penampungan di kawasan Bukit Berangin siap dioperasikan.

“Embung Sebayar kita siapkan sebagai salah satu cadangan air baku untuk menghadapi kondisi kemarau. Infrastruktur utamanya sudah tersedia sehingga air dapat dialirkan ketika memang dibutuhkan,” kata Nanang.

Belum Ada Jaringan Pipa ke Rumah Warga

Meski berstatus siaga, Embung Sebayar belum memiliki jaringan distribusi yang tersambung langsung ke rumah-rumah penduduk. Untuk sementara, air dari embung akan dialirkan lewat pipa transmisi menuju penampungan yang terhubung dengan jaringan milik Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna.

Skema ini menjadi solusi sementara sembari pemerintah menunggu pembangunan jaringan distribusi baru. Ke depan, koneksi langsung dari Embung Sebayar ke permukiman warga direncanakan agar pendistribusian air lebih efisien.

El Nino dan Risiko Karhutla di Natuna

Kesiapan infrastruktur ini menjawab peringatan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Natuna. Fenomena El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027 dan berkurangnya curah hujan dalam waktu panjang berpotensi memperparah kekeringan.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, Rafael Alesandro Marbun, mengingatkan dampak El Nino tidak hanya pada penyusutan sumber air. Vegetasi yang mengering juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

“Situasi ini perlu menjadi bahan pemantauan bersama. Ketika curah hujan berkurang dalam waktu cukup panjang, kondisi lingkungan menjadi lebih kering dan risiko kebakaran juga ikut meningkat,” ujar Rafael.

Kapasitas 50 Liter per Detik Jadi Penyangga Utama

Dengan kemampuan pemanfaatan air baku sekitar 50 liter per detik, Embung Sebayar dinilai cukup membantu menjaga pasokan air. Kapasitas tersebut menjadi penting terutama saat kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan dan sumber air baku lain terus menyusut.

Pemerintah daerah bersama pengelola layanan air diminta memastikan seluruh peralatan pendukung dapat difungsikan optimal ketika kondisi darurat air terjadi. Embung ini tidak hanya berfungsi sebagai penampungan, tetapi menjadi bagian dari strategi ketahanan air masyarakat Natuna menghadapi ancaman kemarau hingga tahun depan.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inikepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks