KEPULAUAN RIAU — Kemenangan 2-0 di Bangkok pada leg pertama membuat Vietnam hanya butuh hasil imbang untuk memastikan gelar juara. Kini, Kim menegaskan bahwa dirinya siap melakukan hal di luar kebiasaan demi merayakan keberhasilan timnya.
Janji Menari untuk Para Pemain dan Suporter
"Jika para pemain dan suporter ingin saya menari, saya akan menari," ujar Kim dalam jumpa pers jelang laga, Selasa (25/8), dikutip dari situs resmi ASEAN United DF C.
Pelatih asal Korea Selatan itu bahkan sudah memiliki skenario khusus jika salah satu anak asuhnya mencetak gol. "Saya berharap Nguy?n ?ình B?c akan mencetak gol dan jika dia melakukannya mungkin dia dan saya akan merayakannya dengan menari bersama," tambahnya.
Peluang Ukir Sejarah Baru di Piala AFF
Jika berhasil menjuarai turnamen tahun ini, Vietnam akan mengamankan gelar keempat sepanjang sejarah Piala AFF setelah edisi 2008, 2018, dan 2024. Prestasi ini sekaligus menempatkan Kim Sang-sik sejajar dengan deretan pelatih legendaris yang pernah memenangi turnamen secara beruntun, seperti Raddy Avramovic (Singapura), Peter Withe (Thailand), Kiatisuk Senamuang (Thailand), dan Mano Polking (Thailand).
Meski unggul agregat, Kim menegaskan timnya belum memegang apa pun. Ia meminta skuadnya tetap fokus dan tidak lengah menghadapi tekanan tuan rumah Thailand di leg kedua nanti.
Fokus Penuh Menatap Laga Bersejarah
"Kami akan melakoni laga terakhir dan para pemain telah melakukan persiapan dengan sangat baik. Mereka telah bekerja sangat keras selama dua bulan terakhir hingga mencapai partai final ini," kata Kim.
"Besok akan menjadi hari bersejarah bagi sepak bola Vietnam, dan para pemainlah yang akan mengukir sejarah tersebut. Saya tahu kami memiliki keuntungan, namun saat ini kami belum memegang apa pun di tangan," tegasnya.
Laga leg kedua final akan digelar di Stadion My Dinh, Hanoi. Vietnam diprediksi tampil dengan pertahanan rapat, sementara Thailand wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk merebut gelar. (adp/pur)