Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau melatih 20 lulusan SMK melalui program SMK Go Global untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil yang akan ditempatkan di Turki. Pelatihan housekeeping dan bahasa Inggris ini berlangsung selama tiga bulan dengan pembiayaan penuh dari pemerintah.
BATAM — Sebanyak 20 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) asal Kepulauan Riau mengikuti pelatihan intensif housekeeping dan bahasa Inggris sebagai tahap awal program SMK Go Global. Para peserta akan ditempatkan di Turki setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). "SMK Go Global menjadi wujud kolaborasi seluruh stakeholder di Kepri, BP3MI, dan swakelola dengan sekolah swasta yakni Batam Tourism Polytechnic. Untuk batch pertama ini ada 20 orang yang mengikuti pelatihan housekeeping dan bahasa Inggris," kata Imam di Batam, Rabu.
Peserta Terima Pembiayaan Penuh dan Uang Saku
Selama tiga bulan mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan pembiayaan penuh serta uang saku. Imam menambahkan, BP3MI Kepri berencana menambah dua kelas pelatihan untuk bidang housekeeping dan pramusaji pada tahap berikutnya.
"Jadi, nanti akan terus berkelanjutan dengan kelas-kelas lainnya. Ini harus kita bangun bersama agar ketika ada job order, kita sudah punya tenaga kerja yang kompeten yang bisa ditempatkan di luar negeri," ujarnya.
Minat Warga Kepri Capai 2.544 Pendaftar
Program yang menyasar lulusan SMK ini ternyata mendapat respons besar dari masyarakat. Hingga saat ini, BP3MI Kepri telah menjaring sekitar 2.544 peminat program SMK Go Global, dengan 276 orang di antaranya telah mendaftar. Proses pendaftaran masih terus berjalan hingga 2029 sesuai target program nasional.
Sebagian besar peserta merupakan warga Kepri yang telah menyelesaikan pendidikan di SMK. Namun, lulusan SMA juga dapat mengikuti pelatihan tersebut.
Kemampuan Bahasa Jadi Syarat Utama Pasar Global
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung menilai program SMK Go Global menjadi peluang bagi lulusan pendidikan vokasi untuk memasuki pasar kerja internasional. Menurutnya, kemampuan lulusan SMK Kepri selama ini telah cukup untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam daerah, tetapi untuk pasar global, penguasaan bahasa menjadi kunci.
"Ke depan Go Global tentunya harus dipersiapkan dengan matang. Apalagi masalah bahasa. Bahasa Inggris dan Mandarin ini sedang kami dorong agar lebih intensif lagi sekolah," katanya.
Peserta Disebut Jadi Wajah Indonesia di Kancah Global
Direktur Batam Tourism Polytechnic Siska Amelia Maldin mengatakan 20 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut berada pada rentang usia 20 hingga 35 tahun. Ia berpesan agar para peserta menjalani pelatihan dengan serius karena mereka akan menjadi perwakilan bangsa di luar negeri.
"Jalani tiga bulan ke depan dengan semangat. Kalian yang terpilih di sini akan menjadi wajah Indonesia di kancah global dan ikut berkontribusi untuk devisa negara," ujarnya.