Pencarian

Garuda Spark Innovation Hub Resmi Diluncurkan di Batam, Sekdako: Anak Muda Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:39:31 WIB
Garuda Spark Innovation Hub Resmi Diluncurkan di Batam, Sekdako: Anak Muda Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri
Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, memberikan sambutan pada peluncuran Garuda Spark Innovation Hub di Nongsa Digital Park, Batam, Rabu (26/8/2026).

BATAM — Peluncuran nasional Garuda Spark Innovation Hub berlangsung di Nongsa Digital Park, Rabu (26/8/2026). Acara ini menjadi pintu masuk bagi anak muda untuk membangun ekonomi digital, bukan hanya mengonsumsi teknologinya.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa posisi anak muda saat ini ada di persimpangan: menjadi pelaku atau sekadar penonton.

“Kita jangan menjadi penonton di negeri sendiri. Anak-anak muda kita harus menjadi pelaku, pencipta, dan inovator. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menciptakan teknologi dan karya yang bisa bersaing, bahkan sampai ke tingkat global,” ujarnya dalam sambutan resmi.

Target: 10 Ribu Talenta Digital dan Serapan Kerja di Perusahaan Asing

Program ini tidak berjalan dari nol. Nongsa Digital Park telah membangun ekosistem pendidikan teknologi sejak 2019. Program Director Infinite Learning, Ari Nugrahanto, menyebutkan bahwa lebih dari 10 ribu lulusan telah dihasilkan.

Sebanyak 57 persen dari lulusan tersebut telah terserap di perusahaan asing, multinasional, maupun perusahaan lokal di Indonesia. Angka ini menjadi modal bagi GSIH untuk memperluas jangkauan pelatihan dan kolaborasi industri.

Mengapa Ekosistem Digital Butuh Waktu, Bukan Instan

Firmansyah mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan dengan cara cepat. Ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, komunitas, dan pelaku teknologi.

“Pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan dengan cepat. Karena itu, diperlukan gerakan dan inisiatif seperti yang dilakukan Nongsa Digital Park,” katanya.

Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci agar ekosistem digital di Batam tumbuh berkelanjutan, bukan sekadar proyek seremonial.

Modal Batam: Posisi Strategis dan Kawasan Industri

Batam dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital. Posisi geografis yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, keberadaan kawasan industri, serta hadirnya Nongsa Digital Park menjadi daya tarik utama.

Firmansyah berharap GSIH mampu membuka ruang lebih luas bagi anak muda untuk berkolaborasi, mengembangkan gagasan, hingga menghasilkan produk dan layanan berbasis teknologi.

“Jangan sampai teknologi berkembang pesat, tetapi kita hanya menjadi konsumennya. Kita harus hadir sebagai pencipta, sebagai inovator, dan sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi digital,” tegasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor di Peluncuran Perdana

Peluncuran GSIH juga menjadi ajang pertemuan berbagai elemen ekosistem digital. Komunitas gim, animasi, wirausaha digital, akademisi, dan pelaku teknologi bertukar gagasan untuk mengidentifikasi tantangan serta mencari solusi melalui inovasi.

Direktur Corporate Affairs Nongsa Digital Park, Peters Vincen, menyampaikan bahwa pihaknya terus membangun kolaborasi dengan akademisi dan pemerintah melalui berbagai program pendidikan dan teknologi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan. Pemerintah Kota Batam menyambut baik kehadiran GSIH dan berharap program ini memperkuat posisi NDP sebagai pusat pengembangan talenta digital di kawasan barat Indonesia.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepripedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks