Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 86 triliun pada 2026, naik signifikan dari target tahun ini yang dipatok Rp 57 triliun. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pemerataan jadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi tak lagi timpang, dengan penguatan khusus di Natuna, Anambas, dan Lingga. Optimisme ini muncul setelah realisasi investasi Kepri sepanjang 2025 berhasil menembus Rp 78 triliun, melampaui target nasional yang diberikan.
TANJUNGPINANG — Kebijakan pemerataan investasi di tujuh kabupaten/kota menjadi fokus utama Pemprov Kepri untuk memastikan lapangan kerja baru tersebar merata, tidak hanya terkonsentrasi di kawasan industri besar. Wagub Nyanyang Haris Pratamura menyebut selama ini pertumbuhan investasi masih didominasi Batam, Bintan, dan Karimun.
“Koordinasi dengan pemerintah pusat terus kami perkuat untuk mendorong investasi berdasarkan karakteristik masing-masing daerah,” ujar Nyanyang di Tanjungpinang, Rabu.
Natuna dan Anambas Jadi Prioritas Sektor Migas dan Kelautan
Tiga daerah pulau terluar mendapat perhatian khusus dalam pemetaan pengembangan investasi yang dilakukan bersama pemerintah pusat. Untuk Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas, sektor minyak dan gas (migas) serta kelautan menjadi andalan utama dalam mendongkrak ekonomi lokal.
Penguatan di dua kabupaten ini dinilai krusial mengingat posisi strategisnya di perbatasan negara. Selain membuka lapangan kerja, investasi di sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Proyek Strategis Nasional di Lingga Masih Diproses Investor
Berbeda dengan Natuna dan Anambas, Kabupaten Lingga mengandalkan investasi hilirisasi melalui Proyek Strategis Nasional (PSN). Fokus pengembangan di daerah ini diarahkan pada sektor pertanian serta pengolahan pasir silika.
“Untuk PSN di Lingga sedang berproses, beberapa investor tengah menyelesaikan proses perizinan. Semoga cepat terealisasi karena investasinya besar untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” kata Nyanyang.
Kawasan Industri Eksisting dan Proyek Baru Jadi Andalan
Untuk mencapai target Rp 86 triliun, Pemprov Kepri tidak hanya mengandalkan investasi baru di daerah tertinggal. Optimalisasi kawasan industri yang sudah berjalan juga menjadi pekerjaan rumah utama, termasuk pengembangan kawasan ekonomi baru yang dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Selain itu, pemerintah tengah menggodok rencana industri petrokimia di Bintan serta pengaktifan Pulau Numbing sebagai pusat pengembangan ekonomi nasional yang baru. Langkah ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, kabupaten/kota, dan instansi terkait.
“Koordinasi harus diperkuat, terutama dalam penyelesaian masalah lahan dan percepatan perizinan usaha di kawasan strategis,” tegas Wagub Nyanyang menambahkan.