Staf Khusus Presiden Dorong Batam Bangun KEK UMKM, Targetkan 75 Ribu Pelaku Usaha Tembus Pasar Ekspor

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:44:31 WIB
Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar menyampaikan usulan pembentukan KEK UMKM dalam pertemuan bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Rabu (26/8/2026).

BATAM — Gagasan menghadirkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) khusus UMKM di Batam mulai mengerucut. Komite Eksekutif Presiden Prabowo Subianto, Billy Mambrasar, meminta pemerintah pusat dan daerah mengakomodasi pelaku usaha mikro dalam satu kawasan terpadu yang diarahkan untuk mencetak eksportir baru.

Usulan ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Ibis Batam, Rabu (26/8/2026). Billy menilai selama ini pertumbuhan ekonomi Batam lebih banyak ditopang investasi asing dan sektor industri, sementara kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) hanya berkisar 20–30 persen.

Mengapa UMKM Perlu Wadah Khusus di Batam

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam pertemuan tersebut mencatat Batam memiliki lebih dari 75 ribu UMKM dan sekitar 102 ribu usaha mikro. Sektor ini menyerap hingga 156 ribu tenaga kerja dengan perputaran uang mencapai Rp9,1 triliun per tahun.

Billy menilai angka tersebut masih bisa berlipat apabila pelaku usaha mendapat akses lebih kuat ke pasar luar negeri. Kawasan khusus ini nantinya akan dilengkapi berbagai kemudahan, mulai dari insentif, layanan kepabeanan ekspor-impor, hingga pelatihan dan pendampingan usaha.

"Selama ini kita merayakan besarnya investasi asing yang masuk Batam, dan perkembangan industri yang luar biasa. Akan tetapi, siapa yang memikirkan nasib UMKM yang pelaku utamanya adalah masyarakat biasa?" ujar Billy dalam kegiatan tersebut.

Konsep Kawasan Terpadu untuk Cetak Eksportir Baru

Billy menekankan pentingnya ruang yang lebih besar bagi UMKM dalam struktur perekonomian Batam. Sektor ini dinilai menjadi penggerak konsumsi masyarakat sekaligus penyerap tenaga kerja yang signifikan.

"UMKM adalah dari dan oleh masyarakat. Jadi dalam acara ini saya meminta kepada Pemerintah Provinsi, BP Batam dan Pemerintah Pusat, seperti Kementerian Koperasi dan UMKM, dan Kementerian Perdagangan untuk mengakomodir para pelaku UMKM dalam satu kawasan khusus dengan tujuan menyiapkan mereka menjadi eksportir, dengan segala kemudahan yang ada," katanya.

Tidak hanya untuk ekspor, Billy melihat KEK UMKM berpotensi dikembangkan sebagai destinasi kunjungan wisatawan asing, khususnya melalui sektor kuliner dan hospitality. "Bahkan KEK UMKM ini bisa jadi pusat kunjungan wisatawan asing, untuk wisata kuliner dan hospitality, asalkan kita kelola dengan sangat profesional dan berkelas dunia," imbuhnya.

Respons Pemprov Kepri dan Langkah Tindak Lanjut

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi. Ia menilai konsep ini menjadi jawaban atas formulasi pengembangan UMKM yang selama ini terus dicari.

"Saya menyambut baik gagasan yang disampaikan oleh Billy Mambrasar, dan ini sebelumnya belum pernah ada yang memikirkan. Selama ini kita mencoba mencari formulasi terbaik untuk mendorong kemajuan UMKM di Provinsi Kepri dan Kota Batam, dan menurut saya, ini dapat menjadi gagasan terbaik untuk menjawabnya," ujar Riki.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Koperasi dan UMKM, Pemprov Kepri, Pemko Batam, BP Batam, serta pelaku UMKM. Billy berharap gagasan ini ditindaklanjuti melalui kajian dan koordinasi lintas lembaga agar Batam tidak hanya dikenal sebagai pusat industri, tetapi juga pintu masuk produk lokal menuju pasar internasional.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: alurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top