BKHIT Kepri dan TNI AL Gagalkan Puluhan Karung Bawang Impor Ilegal Masuk Natuna Lewat KMP Bahtera Nusantara

Penulis: Binsar Gultom  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:38:01 WIB
BKHIT Kepri bersama TNI AL mengamankan ratusan karung bawang impor ilegal dari KMP Bahtera Nusantara 01 di Pelabuhan Natuna, Rabu sore.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau bersama TNI AL mengamankan bawang impor ilegal yang masuk ke Kabupaten Natuna melalui jalur laut. Komoditas tersebut ditemukan di dalam Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara (BN) 01 saat operasi bersama di pelabuhan, Rabu sore. Selain bawang merah, petugas juga menyita sejumlah komoditas lain tanpa dokumen resmi.

NATUNA — Operasi gabungan yang digelar BKHIT Kepri bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai berhasil menggagalkan penyelundupan bawang impor ilegal di perairan Natuna. Barang haram itu masuk menggunakan kapal domestik, KMP Bahtera Nusantara (BN) 01, dan langsung diamankan petugas saat sandar di pelabuhan, Rabu sore.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina Natuna, Iwan Setiawan, mengungkapkan bawang merah yang diamankan jumlahnya mencapai ratusan karung. Saat ini petugas masih melakukan penghitungan total keseluruhan barang bukti.

Komoditas Lain Ikut Diamankan

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak hanya menemukan bawang merah. Sejumlah komoditas lain yang diangkut dalam lori turut ditahan karena tidak dilengkapi dokumen karantina yang jelas.

  • Cabai kering
  • Ikan bilis
  • Buah apel, pir, dan anggur
  • Wortel
  • Produk olahan daging

Seluruh temuan tersebut telah dibawa ke Kantor Satuan Pelayanan Natuna untuk proses tindak lanjut lebih lanjut.

Modus Pengiriman Lewat Kapal Ro-Ro

Barang-barang ilegal ini dibawa menggunakan kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) dan dimuat di dalam lori. Iwan menyebut ada sekitar empat unit lori yang diperiksa dalam operasi tersebut.

Operasi gabungan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ketertiban lalu lintas produk hewan, ikan, dan tumbuhan. Setiap komoditas yang masuk wajib dilaporkan dan dilengkapi dokumen karantina sebagai persyaratan, namun pengiriman kali ini tidak memenuhi ketentuan tersebut.

TNI AL Tegaskan Tidak Ada Toleransi

Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Yusuf Yanto menegaskan pihaknya siap membantu instansi mana pun dalam menindak pelanggaran hukum di wilayah Kabupaten Natuna. Sinergi antarlembaga dinilai penting untuk mencegah masuknya barang ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

"Kita harap ini menjadi pelajaran bagi berbagai pihak agar tidak lagi melakukan kegiatan yang melanggar hukum," ujar Yusuf Yanto.

Pengawasan di jalur laut akan terus diperketat. Wilayah Natuna memiliki sejumlah akses yang berpotensi dimanfaatkan untuk memasukkan barang tanpa dokumen resmi, sehingga patroli gabungan bakal rutin dilakukan.

Iwan Setiawan menyampaikan apresiasi kepada Lanal Ranai atas peran aktifnya dalam operasi ini. Ke depan, koordinasi antara BKHIT dan TNI AL akan semakin diperkuat untuk menutup celah penyelundupan komoditas ilegal di perbatasan.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top