Persaingan menuju MotoGP 2027 kian jelas dengan Trackhouse resmi menjadi tim keenam yang memastikan komposisi pembalap utamanya. Tim asal Amerika Serikat itu mengunci duet Enea Bastianini dengan Raul Fernandez untuk musim depan. Kepastian ini melengkapi teka-teki bursa pembalap yang sebelumnya sudah diisi oleh nama-nama besar seperti Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.
JAKARTA — Bursa transfer MotoGP 2027 memasuki babak krusial setelah Trackhouse MotoGP mengunci susunan pembalap utamanya. Enea Bastianini dipastikan berduet dengan Raul Fernandez, menjadikan tim tersebut sebagai skuad keenam yang tak lagi memiliki kursi kosong untuk musim balap tahun depan.
Kepastian ini sekaligus menegaskan peta persaingan yang mulai terbentuk di kelas utama. Dengan bergabungnya Bastianini, kini hanya tersisa beberapa tim yang belum mengumumkan jagoan keduanya, seperti Honda HRC dan Honda LCR.
Dari enam tim yang sudah final, beberapa di antaranya menghadirkan kejutan besar. Ducati Lenovo misalnya, akan tampil dengan kekuatan baru usai menduetkan Marc Marquez dengan Pedro Acosta.
Meski mayoritas tim sudah rampung, dua kursi di kubu Honda masih menjadi misteri. Fabio Quartararo telah dipastikan bertahan di tim pabrikan HRC, sementara Johann Zarco dijadwalkan memperkuat tim satelit Honda LCR.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi mengenai pembalap kedua untuk kedua tim tersebut. Spekulasi di paddock menyebutkan bahwa nama-nama muda dari kelas Moto2 menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi yang masih lowong.
Keputusan Trackhouse untuk mengamankan jasa Bastianini menjadi salah satu langkah paling menarik di bursa transfer kali ini. Pasalnya, pergerakan pembalap asal Italia itu terjadi di tengah hiruk-pikuk perombakan besar-besaran di beberapa tim papan atas.
Perubahan komposisi ini dipastikan akan mengubah keseimbangan kekuatan di MotoGP 2027. Duet Marquez-Acosta di Ducati misalnya, langsung menjadikan tim tersebut sebagai kandidat kuat perebut gelar juara dunia.
Di sisi lain, Yamaha mencoba peruntungan baru dengan memasangkan Jorge Martin dan Ai Ogura. Kombinasi pengalaman dan kecepatan muda ini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan pabrikan berlambang garpu tala tersebut.