TANJUNGPINANG — Pertemuan Bobby Jayanto bersama Laose dan Fiona berlangsung dalam suasana akrab, dihadiri pula pengurus Perkumpulan Seni Gendang Kepri binaan. Agenda utamanya bertukar pengalaman soal pembinaan seni gendang besar, bukan sekadar silaturahmi biasa.
Kehadiran dua pelatih asal Johor Bahru itu memberi perspektif baru bagi para penggiat seni di Kepri. Kedekatan geografis Kepulauan Riau dengan Malaysia dinilai menjadi salah satu modal untuk memperkuat pertukaran budaya lintas negara.
Pelestarian seni gendang besar tidak cukup dengan mempertahankan tradisi yang sudah ada. Para pelaku seni membutuhkan ruang untuk belajar dan membangun kolaborasi agar kesenian tradisional tetap berkembang tanpa kehilangan karakter aslinya.
Interaksi dengan pelatih dari Johor Bahru diharapkan menambah wawasan penggiat seni Kepri. Tambahan wawasan itu menyangkut pengembangan kemampuan, kualitas pertunjukan, hingga pengelolaan kelompok seni.
Hubungan lintas negara seperti ini juga membuka jalan memperkenalkan seni budaya Kepri ke masyarakat yang lebih luas. Kedekatan budaya Melayu di kawasan Kepulauan Riau dan Johor menjadi peluang memperkuat hubungan melalui seni dan tradisi.
Seni gendang besar bukan hanya soal keterampilan memainkan alat musik. Di dalamnya tumbuh kerja sama, kekompakan, kedisiplinan, dan semangat kolektif yang terbentuk lewat latihan serta penampilan bersama.
Nilai-nilai itu menjadi modal penting bagi sebuah kelompok seni untuk terus berkembang. Dengan bekal tersebut, kelompok seni diharapkan tampil lebih percaya diri di berbagai kesempatan.
Harapan yang lebih besar mengemuka dalam pertemuan tersebut. Seni gendang besar di Provinsi Kepulauan Riau diharapkan terus berkembang hingga suatu hari berkesempatan tampil dalam festival gendang tingkat dunia yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali.
Cita-cita itu menjadi motivasi bagi para penggiat seni untuk meningkatkan kualitas dan memperkuat pembinaan secara berkelanjutan. Panggung internasional dinilai bukan hanya membanggakan seniman, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Kepri kepada masyarakat dunia.
Untuk menuju ke sana, diperlukan proses panjang. Cakupannya meliputi latihan konsisten, pengembangan kreativitas, peningkatan kualitas pertunjukan, serta perluasan jaringan dengan komunitas seni di berbagai negara.
Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting agar seni gendang besar tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya. Kesempatan tampil di panggung internasional diharapkan membawa nama Kepulauan Riau sekaligus mewariskan kekayaan budaya kepada generasi berikutnya.