Diskominfo Batam Petakan 18 Titik Blank Spot Sinyal Seluler, 6 di Galang dan 4 di Bulang

Penulis: Topan Lubis  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:31:31 WIB
Diskominfo Batam memetakan 18 titik blank spot sinyal seluler di wilayah kepulauan dan hinterland.

BATAM — Pendataan dilakukan setelah warga di sejumlah kawasan pinggiran kota mengeluhkan sulitnya menelepon dan mengakses internet. Rudy menyatakan cakupan jaringan di wilayah hinterland tidak sebanding dengan jumlah pengguna yang terus bertambah di sana.

Blank spot adalah area yang tidak terjangkau sinyal seluler atau hanya mendapat sinyal sangat lemah. Kondisi itu membuat layanan telepon dan internet tidak berjalan optimal bagi warga yang tinggal di sekitarnya.

Enam Titik di Galang, Empat di Bulang

Rudy merinci sebaran 18 titik tersebut. Enam titik berada di wilayah Galang, empat titik di Kecamatan Bulang, dan sisanya tersebar di Kecamatan Belakang Padang.

"Ada enam di Galang. Di Kecamatan Bulang ada empat, sisanya di Belakang Padang," kata Rudy.

Ketiga kecamatan itu dikenal sebagai kawasan kepulauan dan hinterland Batam yang berjarak cukup jauh dari pusat kota. Jumlah menara pemancar atau Base Transceiver Station di sana belum sepadan dengan kebutuhan warga.

Bukan Sekadar Soal Menara BTS

Menurut Rudy, blank spot tidak selalu berarti tidak ada menara di kawasan tersebut. Jarak menara, kapasitas jaringan, hingga kondisi alam ikut memengaruhi kualitas sinyal yang diterima warga.

Perbukitan dan bentang alam lain berpotensi menghalangi sinyal meski perangkat telekomunikasi sudah tersedia. Rudy menyebut gangguan bisa muncul dari tekstur dan kontur tanah yang membentang di lokasi tersebut.

"Mungkin ada alam atau perbukitan yang menghalangi. Jadi bukan alatnya atau coverage-nya yang tidak tersedia, tapi karena gangguan tekstur ataupun kondisi alam yang membentang di sana," ujarnya.

Penguat Sinyal Jadi Opsi Penanganan

Rudy menegaskan pemerintah perlu mengidentifikasi penyebab gangguan lebih dulu sebelum memilih langkah penanganan. Tanpa pemetaan akar masalah, pemasangan perangkat baru berisiko tidak tepat sasaran.

"Kalau ada situasi blank spot sekarang, memang harus kita cari sumber permasalahannya apa. Yang kami laporkan terakhir ada 18 titik blank spot, kebanyakan di hinterland. Kenapa jadi blank spot, karena coverage area-nya tidak sebanding dengan jumlah pengguna yang ada di hinterland itu," ujarnya.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemasangan alat penguat sinyal. Perangkat itu dapat dipasang oleh masing-masing penyedia layanan atau provider, termasuk di menara yang sudah berdiri di kawasan hinterland.

Diskominfo Batam belum memerinci jadwal penanganan maupun kebutuhan anggaran untuk 18 titik tersebut. Pendataan lanjutan diperlukan agar intervensi di tiap lokasi sesuai dengan penyebabnya, apakah karena kapasitas jaringan, jarak menara, atau hambatan alam.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: ulasan.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top