Riset MarkPlus: ShopeePay dan GoPay Jadi E-Wallet Paling Sering Dipakai

Penulis: Maruli Sinaga  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:37:31 WIB
ShopeePay memimpin penggunaan dompet digital dengan 40 persen responden, disusul GoPay 34,3 persen berdasarkan riset MarkPlus.

KEPULAUAN RIAU — ShopeePay memimpin penggunaan dompet digital di Indonesia dengan 40 persen responden, disusul GoPay 34,3 persen, DANA 15,3 persen, dan OVO 1,8 persen dalam riset MarkPlus bertajuk E-Wallet Research 2026. Survei terhadap 400 responden di berbagai kota itu juga menempatkan QRIS sebagai fitur paling banyak dipakai, disebut 85,3 persen pengguna. Persaingan e-wallet kini bergeser dari sekadar kemudahan transaksi ke manfaat finansial dan kesediaan konsumen merekomendasikan layanan.

MarkPlus Corp merilis hasil E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape yang memetakan perilaku 400 responden di sejumlah kota besar Indonesia. Survei mencakup preferensi merek, fitur transaksi yang paling sering dipakai, hingga faktor yang menentukan pilihan konsumen terhadap dompet digital.

Responden mengaku memakai dompet digital bukan hanya untuk membayar belanja. Layanan yang sama juga dipakai untuk transfer uang, membeli pulsa dan paket data, token listrik, sampai mengakses kredit digital.

Peta Penggunaan: ShopeePay di Depan, GoPay Menempel

ShopeePay menjadi dompet digital yang paling sering digunakan dengan 40 persen responden. GoPay menyusul di posisi kedua dengan 34,3 persen, lalu DANA 15,3 persen dan OVO 1,8 persen.

Pola serupa muncul di indikator rekomendasi konsumen. ShopeePay memperoleh 38 persen, GoPay 35,5 persen, DANA 13,8 persen, LinkAja 2,5 persen, dan OVO 1,8 persen.

Dua indikator itu dinilai MarkPlus sebagai penanda penting persaingan dompet digital. Penggunaan rutin dan kesediaan merekomendasikan layanan menunjukkan konsumen tidak hanya mengejar kemudahan bertransaksi, tetapi juga manfaat yang membuat mereka bersedia menyarankan aplikasi ke keluarga dan teman.

QRIS Jadi Fitur Paling Sering Dipakai

Pembayaran lewat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menempati posisi teratas fitur yang paling banyak digunakan, disebut 85,3 persen responden. Transfer uang ke rekening bank atau sesama dompet digital berada di urutan kedua dengan 77,3 persen.

Belanja daring dipakai 70,8 persen responden, sedangkan pembelian produk digital 69 persen. Data ini memperlihatkan dompet digital sudah menjelma jadi kanal transaksi harian, baik di merchant fisik maupun platform online.

Di kalangan pengguna QRIS, kemudahan dan kecepatan transaksi jadi pertimbangan utama memilih dompet digital. Faktor itu disebut 80,8 persen responden yang rutin memakai QRIS.

Ekspektasi Konsumen Bergeser

Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp) Yosanova Savitry mengatakan ekspektasi konsumen terhadap dompet digital terus berkembang seiring meluasnya pembayaran digital di Indonesia.

"Kemudahan dan kecepatan transaksi tetap menjadi faktor penting. Namun, konsumen juga mengharapkan fleksibilitas layanan dan manfaat finansial yang sesuai dengan kebutuhan mereka," ujar Yosanova dalam keterangan terkait riset tersebut.

Menurut Yosanova, penyedia dompet digital perlu membaca perubahan preferensi itu dan konsisten menghadirkan pengalaman transaksi yang relevan, mudah diakses, serta menguntungkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Implikasi bagi Pemain dan Investor

Efisiensi biaya, ketersediaan promosi, dan fleksibilitas sumber dana masuk daftar pertimbangan konsumen dalam memilih dompet digital. Bagi pelaku bisnis digital, temuan ini menegaskan bahwa strategi promosi dan program loyalitas masih menjadi medan tempur utama antarplatform.

Bagi investor, kombinasi pangsa penggunaan dan skor rekomendasi menjadi sinyal retensi yang lebih utuh dibanding sekadar jumlah unduhan aplikasi. ShopeePay dan GoPay saat ini menempati posisi terdepan pada kedua indikator tersebut, dengan DANA sebagai penantang terdekat.

MarkPlus belum memerinci jadwal riset lanjutan maupun cakupan responden per kota. Hasil E-Wallet Research 2026 menjadi salah satu acuan awal untuk membaca lanskap QRIS dan perilaku konsumen dompet digital pada tahun berjalan.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top