BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam mengumumkan proyek perbaikan total di Jalan Gajah Mada, salah satu ruas utama di pusat kota. Pekerjaan tidak sekadar menambal permukaan, melainkan membongkar dan membangun ulang struktur jalan. Durasi pengerjaan tergantung kondisi cuaca dan kompleksitas di lapangan.
Rekonstruksi Total: Bukan Sekadar Tambal Sulam
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara menyeluruh di titik-titik kerusakan. Tahapannya meliputi pembongkaran beton yang rusak, perbaikan dan pemadatan lapis pondasi, pengecoran ulang menggunakan beton bertulang, hingga pengaspalan.
“Kami memilih melakukan rekonstruksi secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia yang lebih panjang. Langkah ini merupakan investasi untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Rekayasa Lalu Lintas Dua Tahap: Simak Jalur Alternatif
Selama proyek berlangsung, rekayasa lalu lintas akan diterapkan bertahap. Pada tahap pertama, ruas depan Universitas Internasional Batam (UIB) menuju Taman Kota untuk arah Nagoya ditutup sementara. Kendaraan dialihkan melalui Flyover Sei Ladi menuju Flyover Laluan Madani.
Pada tahap kedua, pekerjaan berpindah ke sisi jalan lainnya. Satu lajur ditutup, tetapi lalu lintas tetap berjalan dengan pengaturan petugas di lapangan. Pengalihan ini akan dievaluasi secara berkala bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang.
Ariastuty menambahkan, “Pengaturan lalu lintas akan dievaluasi secara berkala bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang. Apabila diperlukan penyesuaian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan maupun keselamatan pengguna jalan, maka rekayasa akan disesuaikan berdasarkan rekomendasi petugas di lapangan.”
Imbauan bagi Pengguna Jalan
BP Batam meminta masyarakat memperhatikan rambu-rambu lalu lintas di lokasi pekerjaan, mengikuti arahan petugas, serta memilih jalur alternatif selama proyek berlangsung. Dengan dukungan pengguna jalan, rekonstruksi ini diharapkan selesai sesuai target dan memberi manfaat jangka panjang bagi mobilitas di Batam.