BINTAN — Sebanyak 34 lansia dinyatakan lulus dari Sekolah Lansia Kasih Ibu angkatan kedua tahun pelajaran 2026 di Desa Sebong Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Wisuda digelar di halaman kantor desa, Sabtu (tanpa tanggal), dihadiri keluarga dan pejabat setempat.
Secara keseluruhan, sekolah yang berdiri sejak tahun 2025 itu telah meluluskan 94 lansia. Angkatan pertama tahun 2025 menyumbang 60 lulusan, disusul 34 lulusan di angkatan kedua ini. Program belajar berlangsung selama tiga bulan dengan 12 kali pertemuan.
Apa yang Dipelajari di Sekolah Lansia Bintan?
Kurikulum sekolah lansia mencakup empat pilar utama: keagamaan, keterampilan, pengetahuan kesehatan, dan aktivitas fisik. Sekda Bintan Ronny Kartika menjelaskan bahwa kegiatan juga dilengkapi studi rekreasi untuk mempererat silaturahmi antarpeserta.
"Isi dari semua kegiatannya positif, ditambah lagi atok dan nenek bisa saling bersilaturahim satu sama lain," ujar Ronny dalam sambutannya di lokasi wisuda.
Momen Haru di Balik Wisuda: "Tak Pernah Menginjak Bangku Sekolah"
Ronny mengungkapkan bahwa beberapa lansia mengaku terharu bisa mengikuti pendidikan formal untuk pertama kalinya di usia senja. "Sepanjang hidupnya tak pernah menginjakkan kaki di bangku sekolah," ungkapnya.
Prosesi wisuda ditutup dengan kebersamaan antara anak, cucu, dan keluarga para lansia. Suasana haru bercampur bahagia terlihat jelas di wajah para hadirin.
Program Berkelanjutan untuk Lansia Bintan
Sekda menegaskan bahwa sekolah lansia akan terus diperluas ke setiap kelurahan dan desa di Bintan. Program ini merupakan manifestasi dari tekad Bintan Bergerak Ramah Lansia yang digagas Pemkab Bintan.
"Program ini harus terus berlanjut agar dapat memberi warna bagi para lansia secara berkesinambungan," kata Ronny. Dengan total 94 lulusan dalam dua tahun, Pemkab Bintan optimistis angka partisipasi lansia akan terus meningkat.