TANJUNGPINANG — Rencana kelanjutan proyek pengendalian banjir di Bintan Timur disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPP Kepri, Dona Astrina, di Tanjungpinang, Kamis. Pekerjaan yang berlangsung 120 hari kalender itu akan mencakup pemasangan batu miring untuk saluran, normalisasi, serta perbaikan saluran yang patah.
"Tahun 2026 dilanjutkan lagi pekerjaannya, meliputi pemasangan batu miring untuk saluran, normalisasi, serta perbaikan saluran yang patah," kata Dona.
Anggaran Rp970,96 Juta dan Target Penyelesaian
Dana sebesar Rp970,96 juta yang dialokasikan pada APBD 2026 ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemprov Kepri. Sebelumnya, penanganan banjir di kawasan Purwodadi mulai digarap pada 2021 melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepri.
Memasuki 2025, Dinas PUPP kembali menganggarkan penanganan di sebagian sungai yang lokasinya paling dekat dengan permukiman warga yang terdampak paling parah.
Banjir Terbesar 2021: Jalan Korindo hingga Jalan Nusantara Terendam
Dona mengungkapkan, banjir terbesar di Kampung Purwodadi terjadi pada 2021 lalu. Saat itu, air merendam area mulai dari Jalan Korindo hingga Jalan Nusantara, dengan ketinggian genangan mencapai satu meter di permukiman dan perkebunan milik warga.
Keberadaan kanal ini dinilai menjadi kunci utama pengalihan kelebihan air hujan. Fungsinya mencegah genangan di permukiman sekaligus mempercepat aliran air menuju laut.
Hasil Terlihat di Akhir 2025, Banjir Tak Lagi Rendam Permukiman
"Hasilnya sangat signifikan. Akhir tahun 2025 banjir tidak lagi merendam permukiman warga Purwodadi," ungkap Dona.
Proyek ini menjadi salah satu prioritas infrastruktur pengendalian banjir di wilayah pesisir Bintan, yang selama ini kerap menghadapi persoalan drainase saat musim hujan tiba. Dengan rampungnya seluruh tahapan pengerjaan, kawasan Perkampungan Purwodadi dan sekitarnya ditargetkan benar-benar bebas dari genangan.